Pages

Monday, July 6, 2020

Apakah Aku yang Nggak Normal?

Setelah sekitar 4-5 bulan yang lalu diumumkan kasus pertama corona di Indonesia, sejak saat itulah hidup kita berubah. Berubah dalam artian kita ngga bisa bebas lagi sebebas seperti sebelum ada virus, harus serba hati-hati karena musuh kita ngga nampak, virus ini berbahaya.

Walau makin ke sini orang makin kendor dalam hal menjaga protokol kesehata, namun kita ngga bisa menutup mata kalau penambahan pasien positif tiap harinya terus ada, rata-rata naik 1000 orang dan sampe sekarang sudah sekitar 55.000-an orang di Indonesia terjangkit virus corona dengan angka kemarian sekitar 3000-an. Jauh berbeda dengan yang katanya virus ini ga berbahaya karena lebih bahaya SARS beberapa tahun lalu. Namun kenyataannya korbannya banyakan sekarang kan.

Bahkan baru kali ini dalam sejarah, puluhan dokter dan tenaga medis (perawat) banyak yang menjadi korban covid ini. Angka kematian petugas medis di Indonesia termasuk tertinggi di dunia. Sedih ngga sih...

Kayak gini kok ada yang masih bilang ini konspirasi, cara pihak medis mengambil keuntungan dll...ga ngerti sama orang yang berpikiran seperti itu. Orang-orang itulah yang sekarang tanpa takut mulai memenuhi tempat-tempat wisata dan tempat lain yang ga urgen. Mulai ngga pake masker. dll Apalagi di kantor, sering orang pada lepas masker, makanya menghindari orang yang ngga pake masker. 

Memang sih, kita dianjurkan tidak khawatir berlebihan, tapi dengan mengabaikan protokol kesehatam, berkerumun, pergi ke tempat ramai tapi urgensi dan hal nggak penting lainnya, bukankah itu sebuah kezaliman? Apalagi sekarang banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) mana tahu kita kuat ngadepin virus ini tapi bagaimana dengan orang lansia, anak kecil, ibu hamil, mereka rentan dan kita harus menjaga diri kita dan mereka ini.

Sebel banget lagi pandemi gini dapat undangan khitanan yang bener-bener ngadain acara ramai-ramai, ga ngerti deh itu ga baca berita atau nggak, atau mereka mengabaikan, ga takut, merasa kebal dll.

Sekarang ini masih ketat menerapkan protokol kesehatan, buat aku yang udah mulai WFO, sebisa mungkin bawa bekal makan siang sendiri, pulang kerja mandi, maskeran everywhere, social distancing, ga nongkrong, ga ngemall dan menghindari pergi piknik. Jenuh pasti, tapi itu yang paling aman. 

Sekarang justru orang yang disiplin dibilang lebay, ga percaya Allah dll...bukankah ada hadist yang menyatakan kita wajib berihtiar baru kemudian tawakal? 

Ya Allah angkatlah wabah ini....kami ingin segera berkumpul dengan orang tua, saudara lainnya dan menjalani hidup dengan tenang dan terhindar dari kekhawatiran. 

Saturday, July 4, 2020

Bapak, lekas sembuh....

Assalamualaikum...
Mau cerita tentang bapak...dalam rangka kangen mau jenguk masih belom berani jalan ke luar kota karena mempertimbangkan pasti akan bawa anak-anak dan mbaknya juga. Terlalu riskan buat balita seperti Hafizha, apalagi nanti di sana pasti akan mampir juga ke mertua, di mana semua saudara pak Bowo juga tinggal berdekatan.
Belum lagi nanti mbaknya pulang ke rumah, ga tau dia disiplin apa enggak pake masker dan di rumah aja selama di sana. Apalagi di Semarang kasus covid masih tinggi2nya...serba bingung.

Kembali cerita soal bapak. Jadi bapak saya kurang lebih 2 tahunan lalu pernah operasi pengangkatan empedu, waktu itu rencananya cuma dilaser aja karena ada batu empedu, ternyata kata dokter udah ngga bisa cuma dilaser, harus di ambil karena sudah parah merusak empedunya. Jadinya dioperasi. Sedih dan takut pastinya.

Alhamdulillah operasi berjalan lancar, cuma emang harus hati2 sesudah operasi ini, terutama soal makan. Makan ga boleh berlemak, pedas, bersantan. Pokoknya dijaga banget.
Pasca operasi empedu bapak memang jadi lebih lemah fisiknya, karena asupan makan yang terbatas, bapak kadang juga ga mau makan dan ga selera makan karena semua yang disuka sekarang ga boleh. Bapak ga suka sayur bening atau cuma tumis aja, udah kebiasaan dari dulu kalau makan suka sayur gurih bersantan. Hiks.

Akhirnya kadang kalau lagi bandel bapak suka kambuh sakitnya, dengan ditandai demam, perut sakit, akhirnya harus dirawat lagi.. seminggu di RS dan pulang. Jadi organ pencernaan bapak memang sudah lemah dan harus jaga makan, ngelanggar dikit saja efeknya ya gitu, infeksi dan harus masuk RS.

Kejadian ini beberapa kali terjadi, masuk keluar RS, yang terakhir kemarin habis lebaran Bapak masuk RS lagi, katanya agak parah infeksinya, kata ibuk, bapak maunya menikmati makanan lebaran, ya opor, kue kering dll. Hiks...bapak pengen dan ibu kasian katanya..pikirnya sesekali ga papa lah, tapi sekali lagi, penyakit ini memang soal kuat disiplin atau engga.

Bedanya, masuk RS kali ini aku yang di Bekasi ga bisa jenguk, biasanya tiap dengar bapak sakit pasti kita langsung pulang Semarang, tapi kali ini ga bisa, karena pandemi. Kita menjaga yang sehat di sini dan menjaga bapak juga karena rentan dan kita ga tau kita bawa virus atau ngga. Karena sekarang banyak OTG (Orang Tanpa Gejala). Sedih pastinya.

Biasanya dirawat seminggu udah pulang, kali ini infeksinya kata dokter agak parah. Bahkan ada opsi dibedah lagi...ya Allah...sedih dengernya. Itu belum apa-apa. 
Malamnya ibu cerita bapak dibawa untuk Rontgen, dibawa sama petugas ber APD lengkap. Deg2an kenapa ini. Katanya ini observasi buat pasien semua karena untuk pencegahan karena bapak demam dan sesak. Dan hasil Rontgen menunjukkan paru2 bapak ada bercak putih.

Ya Allah lemes...berarti bapak jadi PDP, dan harus diisolasi sembari nunggu hasil swab keluar. Sempat heran, marah dan bertanya-tanya, bapak (misal hasil swab positif) dapat virus ini dari mana, selama ini di rumah aja. Tapi langsung ingat, selama lebaran bapak sempat menerima tamu beberapa kawan, saudara..sedih kan. Kenapa sih mereka yang brtamu ga ngertiin kondisi, bapak itu lagi rentan.

Bahkan ibu cerita, bapak menerima tamu juga ga mau pake masker. Cuma bisa pasrah, karena bapak diisolasi dan ga boleh ditunggu, ibu dan kakak yang nunggu harus pulang ke rumah dan karantina mandiri 14 hari.

Kita semua panik dan cemas, rasanya hari berjalan lambat, sementara kita cuma bisa komunikasi dengan bapak lewat HP, itu aja sempat lost contacts, bapak ga nyalain HP, ditelp ga bisa. Sekalinya video call setelah 2 hari, kita liat bapak lemes, mungkin down juga mental bapak. Ga ada yang nungguin, bajunya juga ga diganti semenjak masuk ke Ruang isolasi 2 hari sebelumnya. Jadi jengkel juga, ini bapak dirawat dengan layak atau nggak?

Sampai akhirnya hasil swab keluar 3 hari kemudian, Alhamdulillah negatif, sujud syukur. Akhirnya dokter menyarankan pulang dan rawat jalan saja karena situasi RS ga kondusif. Akhirnya kita bawa bapak pulang dan rawat jalan. Dengan berbekal obat, pokoknya kalau ga ada keluhan panas/sakit perut ga usah ke RS, kontrol tiap 2 Minggu sekali.

Alhamdulillah ga ada keluhan selama di rumah. Ga demam, ga sakit perut, walau makan masih susah. Dan bapak jadi kurus banget, karena kelamaan berbaring di RS badan jadi kaku, ga bisa duduk, duduk sebentar udah ga kuat. Tapi tiap kontrol dan menunjukkan hasil lab, bagus bagus aja...makanya tetap dirawat di rumah.
Sekarang bapak hanya bisa berbaring di tempat tidur, makan sudah mulai mau.  Pengen pulang tapi nanti kalau sudah agak aman keadaannya. Semoga lekas sembuh ya pak...
Bekasi, 4 Juli 2020

Thursday, July 2, 2020

Pandemi, Kapankah Berakhir

Sudah sejak 3 bulan situasi yang ngga mengenakkan ini terjadi. Situasi yang membuat stress, galau dan ga tahu mesti ngapain. Awal-awal memang seperti itu. Bahkan sampai asam lambung naik, sering susah tidur, kadang bangun pagi nangis ga jelas, ujug-ujug aja melow.

Waktu itu suami juga sering ngingetin untuk ngga terlalu mantengin berita di sosmed/TV soal perkembangan virus ini. Bener juga, semakin banyak asupan informasi jadinya semakin stress. Akhirnya mengalihkan dengan kegiatan lain yang sifatnya hiburan, salah satunya nonton drakor hahaha.

Sedihnya, ga bisa mudik juga tahun ini, ga bisa ketemu orang tua dan saudara. Hanya bisa saling ngedoain dari jauh. Mana bapak sempat sakit masuk RS dan sampai sekarang kondisinya masih sakit walaupun sudah di rumah. Tapi ngga bisa beraktivitas seperti biasa.

Andainya aja ga ada corona, pasti udah langsung ke Semarang. Saat ini cuma bisa menjaga diri masing-masing. Belum pernah pergi jauh ke luar kota. Takut dengan virus ini karen kenyataannya per hari nambahnya juga banyak, 1000-an. Ga tau sampai kapan situasi ini.

Kantor sempat di WHF kan total selama bulan April - Mei, namun sekarang ini mulai masuk bergiliran. Dan mungkin akan segera masuk semua bersamaan. Ngeri, iya. Karena walaupun namanya new normal, new cases juga terus bertambah. Terus mesti gimana, ga mungkin juga takut terus-terusan. Yang mengharuskan kita fighting ya kita jalani. Kerja tetep berangkat, dengan ekstra hati-hati. Jarang pergi kalo yang ngga penting amat. Yaa...seterbatas itu kita sekarang.

Eh tapi tiap orang beda-beda ya karena sekarang orang mulai cuek dengan keadaan. Mungkin jenuh juga. Ga lagi pada pake masker. Udah santai ngumpul-ngumpul dan mengabaikan social distancing. Kesian jadinya para tenaga medis, kasus semakin banyak dan rumah sakit mulai kewalahan.

Ngga tau sampai kapan situasi seperti ini, sekarang ini ga bisa terlalu banyak tuntutan. Asal kita sehat, masih punya penghasilan,  keluarga sehat, itu yang terpenting. Semoga pandemi cepat berlalu, Ga kebayang ya di tahun 2020 ada bencana yang hebat kayak di film Hollywood, musuh yang tak terlihat, tapi mematikan bagi sebagian orang. 

Wednesday, March 11, 2020

Dunia Blog Saat Ini

Dulu..sekitar tahun 2015 ke bawah...dunia blog masih rame, riuh, tapi makin ke sini makin sepi, setidaknya terjadi pada family blog yang aku ikuti, rata-rata ada yang udah ga ngeblog lagi, ada yang terakhir ngeblog 3, 4 tahun lalu,a da yang blognya udah ilang.

Sedih? Terus terang sih iya, tapi namanya dunia seperti ini pasti dinamis. Sekarang orang lebih banyak lari ke instagram untuk menulis kisah keseharian, via insta story, atau yang memang niat, bikin akun youtube dan aktif ngevlog di sana. "

Sebenernya bukan sesuatu kemunduran atau apa, pasti masing-masing platform ini punya kelebihan dan kekurangan. Blog pasti ada kelebihan dan kekurangan, demikian juga youtube dan instagram. Sebenernya kejenuhan ngeblog mungkin udah mulai tahun 2016 ke sini, waktu itu ngerasa dunia blog emak-emak (terutama) udah ga seseru sebelumnya, saat awal-awal 2010-an, berbagi cerita kelahiran anak, MPASI, hunting perlengkapan bayi, segala cerita perkembangan anak, cerita keluarga kecil, makin ke sini  makin jarang, malah kebanyakan postingan bersponsor, ya ga sih hehehe..ya gappa sih ya, tiap blogger pasti punya fokus masing-masing, cuma ngerasanya jadi ga terlalu nyambung lagi kalau aku sebagai blogger murni yang memang pengennya ya cuma cerita-cerita keseharian. Share hal-hal yang tanpa diembel-embeli PR ini dan itu.

Tapi alhamdulillah masih ada beberapa blog favorit aku yang konsisten dan ga melulu postingan yang berbau promo/sponsor, tapi ya makin dikit hehe. Sekarang juga makin jarang ngeblog, lebih enak buka instagram emang hehehe..tapi kalau dibaca-baca sekarang ini, suka banget baca postingan lama yang bikin ketawa-ketawa, feel-nya beda memang. 

Dulu blog memasak itu seru banget bacanya, sekarang banyak yang beralih ke youtube, memang lebih asyik sih ya liat tayangan yang bergerak gitu jadi kita bisa tahu caranya, wis pokokke dunia maya memang akan terus bergerak dan dinamis.

Aku justru khawatir blog ini lama-lama ilang, padahal banyak cerita indah maupun sedih yang kutulis di sini, pengennya kalau anak-anak gede bisa baca tulisan-tulisan di sini, semoga tetep ada ya blog ini...

Mulai ngeblog sekitar tahun 2007-2008, punya beberapa blog, ada blog pas masih single, pas persiapan nikah, blog masakan, dan blog yang upload materi pembelajaran, tapi yang paling sering diisi ya blog ini...

Hafizha's Milestone 31 Bulan


Duuh, maafin ibu ya nduk yang mungkin ga serajin sewaktu mas Hafizh bikin milestonenya. Maklum ya nduuk...tapi ibu coba merangkum deh, biar nanti Hafizha ga terlalu sedih kalau baca blog ibuk ya hehe....

Hafizha sekarang udah 31 bulan, udah makin kemayu dan cewewet hehe...oke deh ibuk coba list ya perkembangan alias milestone Hafizha

Di usia 31 bulan ini BB Hafizha 12,3 kilogram, TB nya belum ngukur lagi hehe...alhamdulillah ga gemuk-gemuk amat tapi juga ga kurus menurut kurva perkembangan balita termasuk normal.

Kosakata: 

alhamdulillah makin banyak, kadang kita juga amazed dengan kata-kata baru dengan logat yang udah kayak anak gede aja

Misal:
kok ga ada sih...(sihnya ngegas haha),
bukuku mana??? (mananya juga ngegas),
pake kerudung biar cantiiikkk (sambil ekspresinya centil gitu)
Yang paling gemesin kalau dia marah sama kakaknya, trus teriak :
Hapisssssssss!!!! dengan ekspresi jengkel digangguin
Alhamdulillah buku gambar yang isinya binatang, buah, dan benda-benda lain bisa nyebutin dengan lancar. Ada manfaatnya juga ibu nimbun buku BBW sama beli puzzle-puzzle gitu ya hehe...
Oiya, Hafizha juga seneng kalau didongenin sambil bawa buku gitu, apalagi kalau ibuk pake ekspresi lebay gitu dia ngakak hehe...

Oiya dia banyak niruin Upin-Ipin dan Nussa Rara, terus kebetulan ibuk beliin Smart Hafizh dia suka niruin si mba naratornya, lucu banget deh...

Motorik halus dan Kasar

Hafizha ini kayaknya lasak banget ga kayak kakaknya dulu, dan bisa dibilang lebih bandel gitu, motorik kasarnya lebih bagus daripada kakaknya di usia yang sama deh kayaknya. Tapi suka akting juga dia pura-pura jatuh trus bilang: aduuuh sakitnyeee....(logat Upin-Ipin) dan berharap ada yang bantuin dia bangun hehehe...


Kalau motorik halus ya sejauh ini lumayan kalau disuruh nempel, milih-milih, nata mainan atau apa gitu dia bagus

Lagi suka gendong-gendong Hafizh doll, padahal itu bahannya plastik dan suka jatoh..haduuh takut rusak hehe mehong sih wkwkk...udah dikasi boneka yang bulu/kain gitu tetep ga mau, maunya nenteng-nenteng Hafizh doll.

Trus dianya juga suka niruin ibu, bawa tas lah, pake lipstik, bedakan, pake kerudung dll hehe ancen anak wedok tenan nih anakku hehe...ayah siap-siap ya ngadepin tim cewek rempong dan bawel hehehe....

ASI

ALhamdulilah dengan Hafizha ini ibuk bisa weaning with love, ga usah menyapih pake aneh-aneh dia berhenti sendiri, beralih ke dot sih hehe, tapi alhamdulillah banget ga ada drama. Pertama-pertama memang kadang suka minta kalau mau tidur, tapi semakin ke sini semakin lupa dan tidur dengan sendirinya, alhamdulillah...

Toilet Training

Ini nih yang masih PR banget, belum berhasil, misal pipis biasanya udah keluar baru dia bilang pipis hehe...gapapa ya nak kita belajar terus

Alergi 

Alhamdulillah Hafizha mulai berdamai dengan alergi dan mulai minum susu biasa. Kemarin sih sempet merah-merah tapi ternyata bukan alergi, karena perubahan cuaca aja, semoga sehat seterusnya, aamiin....


Soal Makan

Soal makan Hafizha ya lumayan ga terlalu picky, sayur doyan, tapi ya kadang bosen pengen garingan alias nasi sama lauk aja hehe. Susunya lumayan kenceng, buah kesukaannya buah naga, pisang, jeruk, pepaya, pear


Yah segitu dulu deh ya cerita Hafizha di 31 bulan ini, mudah-mudahan besok besok masih sempat dan rajin bikin postingan yang banyak soal anak-anak

Siapa tau blog ini masih bertahan dan dibaca mereka ketika dewasa...aamiin

Love u my precious...Mas Hafizh dan Dek Hafizha ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š



Wednesday, March 4, 2020

Kecemasan Akhir-akhir Ini


Akhir-akhir ini ga tau kenapa sering mengalami yang namanya cemas, takut, dan gelisah, kadang sampai dada sesak, dan akhirnya sampai harus ke dokter dan dan di EKG hihihi..

Sebenernya ga pernah selama ini ngalamin hal yang begini, pernah karena habis minum kopi (gejala sesak, gelisah, pusing) kemungkinan ya karena kafein di kopi itu, jelas penyebabnya. Tapi akhir-akhir ini ga minum kopipun kadang sering begini, akhir-akhir ini malah hampir tiap hari.

Awalnya sih kayaknya sejak berita Ashraf Sinclair meninggal, waktu itu langsung kepikiran ya Allah takut kalau punya sakit jantung ga terdeteksi gitu ujug-ujug meninggal. Ya memang mati hidup kita itu ga ada yang tahu kapan, tapi mikirin kayak begitu dan mikir ninggal anak-anak kok ga sanggup makanya jadi stress sendiri, sampe akhirnya pernah di kantor tiba-tiba merasa sesak, pusing, berdebar, sampai sholat berdoa Ya Allah aku kenapa...

Sampe rumah akhirnya cerita ke suami, katanya aku kebanyakan baca berita Ashraf jadinya gini, aku terlalu "mbatek" kalo kata orang Jawa, akhirnya suami ajak ke dokter biar aku lega. Di dokter (spesialis penyakit dalam) aku cerita semuanya, gejala dan kecemasan, trus dokter periksa, tensi, detak jantung dan lain-lain. Dokter bilang semua  normal, malah sempet becandain,,,emang ibu umurnya berapa...oh hampir sama kayak Ashraf Sinclair ya...yaah dia ketawa, aku juga sih hehe.

Dokter bilang sih ga kenapa-napa cuma biar aku tenang di tes EKG aja, iya aku seneng malah ga merasa wah dokter kok nyuruh begini begitu...akhirnya di tes EKG lah. Tes EKG itu ditempel-tempel aneka kabel di badan, ya otomatis lepas baju hehehe....lumayan lama sekitar 15 menitan.

Setelah tes EKG kembali ke dokter dan dokter senyum liat tes EKG, 100% normal ibu, jangan khawatir...ibu cuma stress, bener kata suami ibu, jangan terlalu banyak liat sosmed dan berita-berita itu. Katanya nyeri dada yang aku rasain cuma tegang otot, ya efek stress itu tadi. Akhirnya dikasih suplemen otot dan obat biar tenang dikasih semacam obat penenang buat nanti malam. Hmmm segitunya ya ...alhamdulilah udah lega dan ga terlalu stress lagi.

Tapi akhir-akhir ini marak berita virus corona, aku jadi ngerasa begitu lagi ya Allah...berusaha ga takut tapi ya namanya otomatis, kembali lagi deh sesak, sering susah nelan, apalagi pas kemarin minum es kopi kenangan, malamnya ga bisa tidur dan terasa sesak. Akhirnya sedia obat promag gitu, lumayan sih kalau habis minum itu. 

Trus barusan baca-baca tentang ini: 

https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/20/14584232/hubungan.gerd.dan.gangguan.panik

Psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik. Psikosomatik berasal dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma).

Mengenali Gejala Psikosomatik
Pada umumnya, psikosomatik bisa diartikan sebagai penyakit atau keluhan fisik yang disebabkan maupun diperburuk oleh pengaruh faktor mental pada diri seseorang. Psikosomatik biasanya berawal dari masalah psikologis, seperti takut, stres, depresi, atau cemas.
Faktor mental atau psikologis itulah yang memicu munculnya beragam gejala fisik, seperti:
  • Sakit perut atau nyeri ulu hati
  • Sakit punggung belakang
  • Sakit gigi
  • Sakit kepala dan migrain
  • Bernapas dengan cepat
  • Jantung berdebar-debar
  • Gemetar (tremor)
  • Berkeringat
Gejala-gejala fisik ini timbul akibat adanya peningkatan aktivitas impuls atau rangsangan saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, pelepasan adrenalin (epinefrin) ke dalam dalam pembuluh darah yang sering muncul saat kita gelisah.
Beberapa tanda yang dapat menandakan keluhan Anda tergolong psikosomatik:
  • Seberapa besar kekhawatiran yang muncul. Orang dengan psikosomatik, cenderung memiliki keluhan fisik dengan rasa khawatir berlebih atau bahkan kurang terhadap apa yang dikeluhkannya.
  • Waktu munculnya keluhan. Keluhan psikosomatis umumnya muncul pada saat di bawah tekanan, atau saat beban pikiran meningkat.
  • Pola munculnya keluhan fisik. Keluhan fisik yang dipicu oleh stres, umumnya menimbulkan pola keluhan serupa dan berulang.
Namun, ada yang penting untuk diketahui bahwa dari kondisi mental yang Anda alami saat ini, dapat memengaruhi seberapa buruk tingkat penyakit fisik yang Anda rasakan nantinya. Dengan demikian, menjaga suasana hati dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari sangat penting agar tidak merasakan gangguan psikosomatik.

Cuma aku ngerasa ga separah yang ada di artikel itu sih, cuma 2 hal itu (berita kematian artis dan soal virus corona) yang bikin aku panik akhir-akhir ini. Soal kerjaan dan selain itu selama ini ga ada yang menggangguku..duh dasar aku hehe...takut sendiri 
Udah tau sih penyebabnya ya kecemasan yang berlebihan, udah berusaha zikir juga, mudah-mudahan aku ga panikan dan cemasan lagi aamiin...



Monday, March 2, 2020

Banjir

Sewaktu tinggal di Semarang, kebetulan rumah ortu ada di Semarang agak atas, dan ketika punya rumah sendiri pun kok ya di dataran tinggi. Jadi cerita soal banjir sama sekali ga pernah dialami, tapi takut longsor hehe....tapi ga terlalu parno karena tempat kami tinggal memang bukan tempat yang rawan longsor.

Sementara itu, selama tinggal di Bekasi ini, belum pernah ngalamin banjir juga, alhamdulillah tinggal di perumahan yang bebas banjir dan hampir ga pernah mati lampu. Di kantor pun, bukan tempat yang lokasinya rawan banjir meski berlokasi di Jakarta Utara yang konon rawan banjir.

Tapi entah kenapa sejak tahun baru 2020, udah 3 kali depan rumah terendam air hujan. Yang pertama waktu kita mudik ke Semarang akhir tahun sampai tahun baru. Jabodetabek emang banjir besar tanggal 1 Januari, alhamdulillah di depan rumah cuma semata kaki di jalannya. Kemudian yang kedua tanggal 23 Februari, lumayan tinggi sampe ketar-ketir ga bisa tidur pas jelan dini hari. Dan ternyata lumaya tinggi, sebetis orang dewasa. Dan yang terakhir Senin, 25 Februari kemarin lumayan tinggi tapi ga setinggi tanggal 23 Februari.

Yang seneng Hafizh sama Hafizha, mereka main banjir di blok depan yang airnya bening, kalau di depan rumah airnya kayak thai tea hehehe...Alhamdulillah cepet surut banjirnya, tapi akses ke kantor jadi macet semua dan sampai sekarang sering telat sampai di kantor karena jalanan rusak kena banjir, yanasib...