Pages

Thursday, July 12, 2018

Di Sekolah Baru

Cerita Hafizh di sekolah baru

Pagi tadi ngobrol sama ustadzah yang jadi wali kelas Hafizh. Nanya-nanya gimana Hafizh di kelas sebagai anak baru pindahan kelas 3. Alhamdulillah jawabannya menenangkan. Ibuk sempat takut Hafizh malu, takut/kesulitan berbaur dengan teman barunya, ternyata ngga, cuma hari pertama saja memang dia tampak pendiam, dan begitu hari kedua ketiga dan hari ini katanya Hafizh sudah enjoy, sudah berbaur dan beradaptasi, dengan guru-guru juga sudah merasa dekat. Apa yang dia nggak tahu (peraturan, kebiasaan di sekolah baru) dia selalu tanyakan di kelas.

Alhamdulillah, tiap malam juga selalu kita ajak ngobrol gimana kesan-kesannya dengan sekolah baru dan teman barunya, dan cerita mengalir lewat mulut ceriwisnya hehe...semoga di sekolah yang baru makin rajin dan soleh ya nak.

Berangkat cuma 10 menit, pulang juga cepet. Ga lagi capek pulang terlalu sore, masih bisa main sama adek sepulang sekolah, dan main sepeda tentunya. Ibuk juga ga khawatir lagi cemas menanti Hafizh pulang, kemarin ibuk pulang kantor sampai rumah seringnya lebih dulu daripada Hafizh, pernah magrib baru sampe rumah, ditangisin sama ibuk hehehe...
Dan, Hafizh bisa ikut les robotik idamannya di sekolah ini...

Kemarin sempat cerita ada pemilihan ketua kelas, sekretaris dll, dia cerita dia jadi keamanan katanya sama 1 lagi temannya hihihi katanya karena badannya paling gede di kelas dibanding yang lain hehe. Pemilihan ketua kelas katanya akan digilir sebulan sekali.

Sekolah sebelumnya bukannya tidak baik, tapi kami sebagai ortu punya pertimbangan sendiri, kami pengennya Hafizh berangkat happy pulang juga happy ga ngeluh capek bosen dll...selamat bersenang-senang ya nak, bismillah mudah2an ini pilihan terbaik...

Lebaran 2018

Alhamdulillah lebaran 2018 ini ada anggota keluarga baru yang sudah berusia 10 bulan hehe. Lebaran tahun kemarin kita mudiknya mundur sekalian menunggu proses melahirkan di Semarang. Jadi pas lebaran kita di Bekasi dan qodarullah waktu itu saya sempat dirawat karena pendarahan.
Singkat cerita waktu itu mudik terlama, 2 bulan lebih berada di Semarang, alhamdulillah senangnya.

Dan anaknya sekarang udah 10 bulan aja, alhamdulillah. Kemarin kita mudik pas hari terakhir masuk kerja, tanggal 8 Juni. Seperti biasa naik mobil dengan pertimbangan mudik akhir tahun lalu si bayik diajak mudik aman, jadi lebaran ini juga mau ajak dia mudik pake mobil. Apalagi ada tol fungsional yang langsung sampai Semarang.

Berangkat sore jam 4, buka di tol, sambil ngebekel aneka jajanan beli di Boulevard, aman lah pokoknya, lalu lintas juga ga terlalu padat. Berhenti sekali di rest area Cipali untuk istirahat, makan, dan sholat magrib. Alhamdulillah si bayi anteng.

Perjalanan diteruskan sampai Semarang jam 01.30 mampir bentar nasi ayam simpanglima dan dilanjut nginep di rumah ibuk di Cinde. Sorenya ada acara bukber sama ipar2 dari keluarga suami. Pas berangkat Hafizha muntah-muntah ga berenti, khawatir juga jadinya. Akhirnya setelah dari acara bukber langsung kita bawa ke RS. di RS ini Hafizha disuruh nunggu, padahal itu dah di IGD lho, didiemin aja gitu sementara dokter nangani pasien lain yang aku rasa ga gawat karena sambil duduk ngobrol gt sementara Hafizha muntah2 terus di situ.

Suami ga sabar akhirnya pindah ke RS lain, padahal malam itu Semarang macetnya minta ampun karena malam minggu dan lokasinya di Pandanaran-Simpanglima. Akhirnya ngebut dan sempet minta bantuan polisi cariin jalan karena ga tega liat Hafizha dah lemes gt, akhirnya sampai di RS Telogorejo. Di sana begitu datang langsung ditanya suster dan diukur suhu, disaturasi (kalo ga salah namanya, yang di jari dijepit pake jepitan gt). Gak lama diperiksa dokter dan ditanya-tanya, akhirnya diputuskan rawat inap saja. Kami justru lega karena yakin Hafizha lebih aman kalau dirawat inap daripada kita bingung kalau dia muntah terus di rumah.

Akhirnya nunggu si ayah urus2 administrasi sembari nunggu kamar. Sekitar jam 10 malam Hafizha pindah ke kamar rawat inap, di ruanng IGD dia udah diinfus dan di uap, bisa tidur nyenyak dan ngga muntah. Sampai di kamar akhirnya bisa istirahat, cuma aku dan suami yang nunggu, Hafizh sama pulang dijemput eyang kakung.

Dirawat sekitar 5 hari, akhirnya Hafizha sembuh. Kasian liatnya, dipakein infus gitu berasa ga bebas kali ya. Mana infusnya sempat lepas 3 kali gara-gara dia usil ga bisa diem. Namanya anak bayi ya. Trus sehari 3 kali dia dinebulizer biar lega. Ada banyak lendir/dahak juga ternyata. Diagnosa dokter sih infeksi virus karena kadar leukositnya tinggi. Tapi alhamdulillah semua sudah berlalu, Hafizha boleh pulang, Oiya..sedihnya alergi Hafizha makin parah selama di Semarang ini, hiks. Dokter anak nyaranin supaya tes alergi.

Alhamdulillah masih bisa lebaran ketemu sodara (ga di RS hehe), tapi selama lebaran di Semarang ya cuma sekali keluar kumpul keluarga besar, ga kemana-mana selain itu demi menjaga fisik Hafizha. Sedih sebenarnya karena liburnya lumayan lama di Semarang, tapi demi si kecil..

Pulangnya kami tetap pakai mobil tapi transit dulu di Tegal biar ga terlalu capek si bayi. Sementara mas-nya memilih tetap di Semarang karena liburan masih lama hehe...Alhamdulillah sampai sekarang Hafizha udah sehat, cuma alerginya aja yang jadi PR..semoga sehat-sehat terus ya nduk...

Tuesday, June 26, 2018

Hafizh Naik Kelas 3

Alhamdulillah per Juli nanti Hafizh udah kelas 3. Kemarin Selasa acara terima raport di sekolah setelah sebelumnya ada acara tahfidz camp di sekolah.

Tahfidz camp ya mirip mabit gitu lah, menginap di sekolah, buka puasa bersama, ngaji bersama.
Seperti biasa Hafizh selalu excited dengan acara seperti ini. Sehari sebelumnya dia sudah mengingatkan barang apa saja yang perlu dibawa, dari mulai baju ganti, alat mandi, alat makan, perlengkapan tidur, Snack dll. Alhasil barang yang dibawa lumayan juga hehe....

Malamnya kita nengok Hafizh di sekolah, tadinya ibu2 para ortu murid ngajakin buka bersama di sekolah sekalian, katanya sekalian nganterin makanan kesukaan anaknya, yang kalau berbuka ga ada makanan itu katanya ga semangat hehehe....

Tapi saya dan si ayah menjenguk seusai salat tarawih, sesuai himbauan sekolah, kalau soal berbuka biarlah Hafizh berbuka dengan menu yang sudah disiapkan di sekolah, insya Allah apapun menunya kalau makan bareng sama temen rame-rame itu pasti asyik kan.
Pas dijenguk Hafizh seneng banget, dia tunjukin tempat dia tidur, beralaskan selimut yang dibawa dari rumah. 

Paginya kita orang tua ambil raport kenaikan kelas, alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, nilanya Hafizh bagus semua, dan kata bu guru meski memang ga ada sistem rangking kita diinfo bahwa Hafizh mendapat peringkat 1. Alhamdulillah...ternyata di balik cueknya Hafizh kalau mau belajar dia bisa membuktikan bahwa dia memang bisa, ayah sama ibu bangga nak...tapi yang terpenting Hafizh punya adab dan akhlak yang baik, rajin sholat dan ngaji, jadi anak yang soleh ya nak.

Namun, karena ada sesuatu hal yang menjadi pertimbangan kami sebagai orang tua, per Juli nanti, Hafizh akan bersekolah di sekolah yang baru. Banyak hal yang menjadi pertimbangan kami, sekolah yang lama bukan sekolah yang nggak bagus, apalagi dengan fasilitas langka, yang semi sekolah alam, tapi ada hal yang lain yang jadi pertimbangan kami, tiap sekolah pasti ada kelebuhan dan kekurangan masing-masing. Kami juga sudah merundingkan dengan Hafizh dan dia setuju, ini penting karena kita ngga ingin ini semata-mata hanyak keinginan kami. 

Terima  kasih pada guru-guru di sekolah lama, yang telah mendidik Hafizh, semoga dimanapun Hafizh bersekolah dia merasa nyaman belajar, aamiin...

Sekolah yang baru ini secara lokasi lebih dekat dan ada beberapa kelebihan lain, mudah-mudahan kami merasa tenteram menitipkan Hafizh di sekolah ini, rencananya Hafizh pengen melanjutkan ke pesantren, semoga sekolah yang baru ini mendukung cita-cita kami dan Hafizh nanti. Aamiin...


Friday, May 4, 2018

Memberi Pengertian tentang Dampak Game pada Anak

Lebih lanjut, pesan tersebut juga menyertakan sebuah penelitian dari Iowa State University Amerika Serikat yang mengungkap, main gim yang mengandung unsur kekerasan dapat menyebabkan seorang anak “mati rasa”.
"Anak akan mudah melakukan kekerasan dan kehilangan empati, tidak bisa menghormati orangtuanya atau kepada orang lain," kutip pesan singkat tersebut.
Itu petikan artikel yang saya baca pagi ini. Beberapa hari yang lalu saya sempet mengintip game apa yang dimainkan anak sulung, ternyata dia lagi main game yang lagi ngehits, Mobile Legend, katanya teman-temannya pada main game itu. Hafizh (8 th) saya bolehkan main game kalau weekend saja, itu pun dengan batasan waktu. Kalau pergi keluar dan makan di mana gt hape yang berisi game ditinggal di rumah. Selama ini game yang dimainin cuma seputar balap mobil, simulasi helikopter dan mainan yang lucu-lucu. Kenapa saya tahu, karena downloadnya kalau ada saya hehehe.
Ketika dia mulai download sendiri game yang ternyata Mobile Legend itu sempat khawatir juga, wong main game yang bukan berantem2an aja kalau sudah asik gt suka susah disuruh mandi, makan, jadi emosian, apalagi game "seru" macam ML itu, ah nggak deh...biarin deh saya dibilang galak dan kolot, anak harus tahu ada hal-hal yang nggak boleh sampai membuatnya abai terhadap kewajiban-kewajibannya. Takut kebablasan nanti susah nasehatinnya.
Game apapun ya, ga cuma ML, kita harus membatasi dengan tegas. Kalau ada pertanyaan "Bukannya anak kalau dilarang akan semakin penasaran?" Yah tinggal kitanya aja menanamkan sesuatu yang baik, katakan bahwa game berantem itu berdampak buruk, lakukan hal lain yang baik yang lainnya yang lebih bermanfaat. Lagian kita selalu nasehatin dia "Ayah dan ibu ga bangga kamu bisa main game ini game itu, ayah sama ibu bangga kalau Hafizh rajin sholat, bisa ngaji, sayang sama adek, dll". Karena saya dan suami dari kecil (menurut pengakuan suami) juga bukan pecinta game. Boleh aja sih main game tapi harus tahu porsi dan waktu, dan pilih game yang mendidik, bukan game kekerasan, nggak pokoknya.
Pernah baca berita soal penembakan di AS kan, ada banyak sih, tapi di salah satu kasus, tersangka mengungkapkan bahwa dirinya pecandu game berat, dan tidak punya kawan dan nggak suka bergaul. Ngeri kan...

Semoga Allah selalu melindungi anak-anak kita dari pengaruh buruk kemajuan zaman, semoga iman dan takwanya makin bertambah dan bisa membendung dampak negatif yang datang bertub-tubi. Amiin....

Thursday, April 19, 2018

Tentang MPASI Hafizha

Jadi di postingan terdahulu udah diceritain soal Hafizha yang mulai  MPASI, berbagai alat dan soal bahan-bahan mpasi yang penting. Naah di sini mau laporan realisasi di lapangan...haha bahasanya buukk..ibuuukk...

Kemarin itu memang ga terlalu bernafsu/kalap beli perlengkapan MPASI dikarenakan pengalaman anak pertama ternyata ada beberapa yang ga kepake, jadi beli seperlunya aja. Waktu itu sempat beli slowcooker murah merek babysafe. Kepakai nggak? Awal-awal kepake, tapi lama-lama balik pake panci dimasak di atas kompor hehe. Sempet lama ga kepake dan sekarang di 8 bulan ini kepake lagi si slowcooker ini. Ini mah ngikut mood emaknya aja hihihi.

Trus baby foodmaker lagi-lagi yang kepake paling saringan sama peresan jeruk aja, parutan keju kadang kepake, dan yang sama sekali males pake adalah handblender hehe, nganggur tuh blender, untung murah. Jadi kalau pas males pake saringan gitu biasanya make blender, walau ada beberapa emak yang ga menyarankan karena panas dari belnder konon katanya sakitnya karna diguna guna...hahaha...nglantur...panas dari blender katanya bisa mengurangi gizi, takutnya juga nanti si baby ga belajar naik tekstur.

Ah tapi berhubung ibuk ini orangnya ga mau ribet suka yang praktis dan bukan yang pusing segala hal harus sempurna jadi kadang si blender dipake. Tapi blender yang dipake adalah blender miyako lama. Aku beli lagi wadah yang kecil, di tokped ada, 40rb doang dan pasti pas sama blender miyako lama. Tapi sekarang si blender pensiun dini karena anaknya udah ga makan bubur blenderan lagi...

Trus gimana metode masak ibuk?

Kalau pakai slowcooker

Iris-iris semua bahan dan bumbu aromatik (bawang merah, bawang putih)
Masukka ke slow cooker sama 3sdm beras, tuang air secukupnya, tambahkan daun salam, kaldu bubuk. Udah deh dicolokin. Kira-kira 3-4 jam mateng, tinggal diblender/disaring, dibagi per porsi makan.

Kalau pakai panci

Iris-iris semua bahan sayur dan daging, tumis bumbu aromatik, masukkan nasi 2 centong (pake nasi biar cepet). Tambahkan air secukupnya, biarkan sampai mendidih dan jadi bubur, aduk-aduk biar ga lengket/gosong. Setelah matang bagi 3 porsi makan.

Kenapa saya selalu bikin makanan Hafizha sekaligus buat 3 kali makan? Karena biar engga ribet hehe. Saya kan kerja, jadi ga bisa bikin makanannya Hafizha sehari 3 kali. Jadi saya bikin makanannya sekaligus buat 3 kali makan, pagi, siang, sore. Saya simpan di wadah tertutup macam taperwer gitu trus ditaruh di kulkas bawah, setiap mau disajikan ditaruh di dalam magic jar (dihangatkan) baru ditambah lemak tambahan. Bahkan menurut seminar MPASI AIMI ibu bekerja bisa membuat makanan bayi untuk 2 hari sekaligus dan masih aman di dalam kulkas.

Untuk makanan selingan, Hafizha biasanya makan buah. Kalau buah seperti pear gt biasanyan saya kukus dan blender, bikin sekaligus banyak buat stok. Cuma pear yang saya stok di freezer, buah yang lain seperti alpukat, buah naga, jeruk lebih baik diberikan fresh. Oiya Hafizha paling suka buah naga dan pear, lap lep kalo sama buah ini.

Lemak Tambahan, Nutritional Yeast dan Chia Seed

Oiya ngomong soal LT alias Lemak Tambahan, sejauh ini baru mencoba EVOO (Casa di Oliva) sama Unsalted Butter. Trus ada tambahan lain, tadinya sih sekedar liat di instagram mama-mama kece yang posting MPASI soal bahan tambahan seperti Nutritional Yeast (NY) dan Chia Seed. Baca-baca kegunaan dan manfaat kok bagus, akhirnya ikutan deh hehe. Jadi setiap makan ditaburin NY ini, rasanya enak lho gurih kaya keju, jadi baby tambah lahap makannya meski masak MPASInya tanpa garam dan gula.

Alhamdulillah sejauh ini Hafizha maemnya pinter, semoga ga ada drama GTM ya nak hehe...

Tentang makanan instan, Hafizha belum pernah dicobain bubur instan, tapi kalau biskuit gitu pernah, dia suka puff-nya Promina, dicemilin gitu, atau crackers-nya Yummy Bite rasa pisang dan stroberi. Sekali-kali gapapa lah ya  nak hehe...
Trus Hafizha juga pernah beli bubur organik Nayz. Nayz ini dulu namanya Bebiluck. Jadi ini bukan bubur instan, karena harus dimasak seperti memasak bubur pada umumnya. Bisa juga pakai slowcooker. Dalam bubur udah terkandung sayur dan daging. Lebih mending kali ya daripada bubur instan yang tinggal seduh. Tapi kalau suatu saat harus mengonsumsi bubur instan ya ga masalah asal anak doyan hehe. I am a lousy mom. Keadaan ga selalu perfect, jadi biar ga stress kadang pilih yang praktis aja demi kewarasan ibuk haha...


Hafizha Udah 8 Bulan

Alhamdulillah wasyukurillah..udah jarang anget apdet blog tau-tau udah 8 bulan aja anak bayik. Kalau dulu jamannya mas Hafizh ibuk rajin banget tiap bulan apdet perkembangan mas Hafizh dari mulai BB, trus imunisasi apa, udah bia apa hehe...sekarang mah sekali posting dirapel aja yah...

Sekarang ibuk lagi sibuk ngajar mas-mas gundul hehehe, dan seabrek kerjaan di unit. Semoga ibuk tetap bisa fokus perkembangan Hafizha dan mencurahkan banyak kasih sayang yang nggak beda sama Mas Hafizh dulu ya meski sekarang ibuk kerjanya 8 t o 4.

Apa kabar gendukku Hafizha?
Alhamdulillah di 8 bulan ini BBnya sudah 8,3 kg. Termasuk normal, ga kurang dan ga gendut, yang penting sehat ya nak.

1. BB 8,3kg
    TB lupa ga ngukur

2. Imunisasi terakhir kemarin DPT3 combo di usia 6 bulan, agak istirahat 7 dan 8 bulan ini hehe tar balik lagi imunisasi usia 9 bulan (campak)

3. Udah bisa apa?
-tepuk tangan ga bunyi
-joget ajrut ajrutin badannya
-suka merambat-rambat
-masih takut merangkak, seringnya njlungup hehe
-merayap haha kalo bosen ga bisa merangkak dia merayap
-ngoceh aaahh uuuhh...btw ternyata ngoceh anak cowok dan cewek beda ya, kalau dulu Hafizh ngocehnya ya gitu deh, kalo Hafizha ini ngocehnya itu kaya kemayu ala cewek gitu  hahaha...manja-manja kalo digodain gt deh...

4. Alhamdulillah masih ASI, ibuk masih merah di kantor, tapi kejar tayang hiks...berulang kali nolak dinas luar kota gara-gara ini, untung dibolehin bos. Bosnya cewek dan kebetulan seneng banget dinas luar jadi apa2 ya beliau berangkat sendiri dan maklum kalo aku  belom bisa ikut hehehe alhamdulillah

5. Makannnya udah ga disaring, horeee...siap-siap deh nanti lebaran makan ketupat opor ayam haha...tadinya sih 7 bulan masih diblender/saring, perlahan-lahan aku kurangin yang disaring, lama-lama pas 8 bulan udah deh ga disaring semua, alhamdulillah anaknya ga hoek-hoek...
Jadi sekarang kalau bikin mpasi lumayan ga ribet, tinggal iris-iris cemplung-cemplung ke slowcooker, jadi deh...

Kemarin sempat kena alergi, gara-garanya ibuknya makan tengiri ga kira-kira, tengiri hasil mancing si ayah, jadi semingguan itu bikin apapun dari tengiri, langsung merah-merah deh badannya. Trus dibawalah ke DSA, dikasi obat alhamdulillah membaik. Memang sih Hafizha pernah tes alergi dan hasilnya banyak banget alergennya, tapi bismillah aman-aman saja selama ini makan apapun yang ada di list alergi, katanya kan memang gt ya, alergi akan menghilang kalau anak udah semakin besar dan tergantung kondisi fisik juga.

Jadi sebelum tragedi tengiri itu aku makan apapun ga ngaruh ke Hafizha, seafood, daging, ayam semua oke. Mungkin karena tengiri itu kuat banget ya jadi memicu alergi. Namun ada lagi cerita soal perkulitan Hafizha. semingguan setelah alergi hilang, muncullah gatel merah di muka, tepatnya sekitar mata, dahi. Bingung, padahal udah menghindari makan ikan dan seafood, makin lama makin banyak dan merah, bruntusan keluar air juga, kasian liatnya sampe malam juga ga bisa tidur ples rewel, ibuknya juga jadi melow hiks. Akhirnya dibawalah  ke dokter kulit, karena udah lumayan parah, sampe sedih simboknya, duuh anakku cantik-cantik kok mukanya begini.

Ternyata setelah diperiksa kata dokter Hafizha kena semacam serangga gitu dan bukan alergi. Oke yang minggu lalu mungkin alergi, tapi yang ini kena serangga. Bisa serangga di kasur atau gorden, makanya harus diperhatikan lagi kebersihannya. Duhh maap ya  nak...baru sadar kamu sensitif begini kulitnya. Dokternya udah tua, tapi lucu dan komunikatif gitu, bisa langsung tahu lho dengan cuma melihat jenis gatal di muka Hafizha, hhmmm yaiyalah namanya juga dokter hehe.

Alhamdulillah semenjak periksa itu 2-3 hari kemudian bekas gatal udah hilang, mulus lagi deh anak gue hehehe...

Sehat-sehat terus ya nduuukk....




Monday, February 12, 2018

Merasa Cukup

Lagi viral status ibu2 yang membeberkan pengeluaran rumah tangganya dalam sebulan cuma 2,5 juta, lalu banyak yang nyinyir dan menyangsikan....trus ada lagi heboh di instagram, financial planner yang sedang menangani klien yang bangkrut karena tagihan CCnya luar biasa jumlahnya padahal gaji sebulan si klien ini adalah 27 juta per bulan. Dan setelah dianalisis satu persatu oleh financial plannernya ternyata salah satu pengeluaran terbesar dia adalah ngopi di kedai kopi terkenal..bisa mencapai angka 47 juta sekian dalam setahun. Wah....
Dari kedua hal tersebut bisa dipetik (buah kali dipetik) pelajaran bahwa ternyata besarnya gaji tidak selalu berbanding lurus dengan kenikmatan yang didapat, bisa aja kan si ibu dengan 2,5 juta merasa nyaman-nyaman saja menjalani hari-harinya, justru yang bergaji 27 juta selalu merasa kekurangan. Semua ada pada keberkahan dan rasa qanaah (perasaan selalu cukup). Mau banyak apa sedikit yang penting berkah, mengesampingkan keinginan daripada kebutuhan, karena keinginan kadang ga sepadan dengan apa yang kita punya untuk mewujudkannya.
Apalagi kalau sudah menyangkut standar hidup, ga sengaja kadang jadi ikutan naik seiring naiknya pendapatan, ya ga sih...saya juga kadang gitu soalnya hehe untung cepet inget woooi masih ada bayaran anak sekolah, bayar listrik bayar ini itu, ga usah boros woiii hehe...
Yah...yang penting kita bisa mengukur diri lah, jangan sampai apa yang menjadi trend atau style yang sifatnya sebenernya cuma kebutuhan yang ga terlalu penting bisa sampai menjerat dan mempersulit diri kita di kemudian hari.
Duh ngomong apa aku barusan, serius amat wkwkwkk
Ya udah lah kalo saya minum kopi sasetan cemplungin es batu juga udah seneng hehehe....