Home

Thursday, April 30, 2009

Acara yang aneh

Satu acara baru di SCTV bertajuk ‘Tukar Nasib. Acara yang mengetengahkan tentang dua keluarga dengan latar belakang ekonomi yang berbeda. Yang satu kaya dan lainnya miskin. Mereka bertukar tempat tinggal selama 3 hari. Tidak Cuma bertukar tempat tinggal namun juga bertukar aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan.


Di sana ditampakkan si keluarga kaya yang mengeluh dengan keadaan rumah, pekerjaan si miskin yang harus mereka hadapi. Sampai nangis-nangis segala (biasanya si anak dan si ibu) Mereka mengaku nggak betah menjalani nasib seperti si miskin.


Sementara si miskin dengan riang gembira menempati rumah si kaya yang tentu saja..kaya. Plus segala fasilitas, makan enak, tidur enak. Bahkan menjalani pekerjaan si kaya. Lho..aneh kan. Di satu episode si miskin yang tadinya Cuma penggembala ato apa gitu diharuskan menggantikan pekerjaan si kaya yang Kepala Cabang Perush otomotif. Jadi ia harus dikantor, berdasi, bekerja dengan computer, yang nggak pernah sama sekali ia sentuh sebelumnya.


Ato di kesempatan lain, si miskin diharuskan menggantikan pekerjaan si kaya yang bekerja di Dephub (keliatan dari seragamnya), ato menggantikan kerjaan si kaya yang berprofesi kepala bangsal rumah sakit.

Nggak masuk akal kan, ini pasti buat lucu2an aja. Nggak mungkin lah pihak perusahaan mempercayakan orang yang tiba-tiba muncul menggantikan posisi si kaya (yang sedang menjalani tukar nasib).


Di rumah kaya si miskin digambarkan sangat kesulitan beradaptasi, dari mulai tidur yang ngga mau di kasur (malah di lantai), atau memasak di pingggir taman rumah karena ngga bisa masak pake kompor gas. Dan di adegan itu diperlihatkan seperti hal yang lucu, plus ditambah backsound yang biasanya ada di film2 komedi. (Berharap penonton tertawa? Mentertawakan si orang miskin ini?) Atau di kesempatan lain, si miskin diperlihatkan ga doyan makan makanan ala si kaya seperti spaggeti, sedangkan anak si kaya yang di rumah si miskin merengek minta fried chicken gara-garanya lauknya cuma tempe.


Di akhir acara selalu ada kata-kata dari si kaya. “kita patut bersyukur dengan keadaan kita, ternyata masi ada yang lebih menderita dari kita” selalu seperti itu. Sementara si miskin yang kembali ke rumahnya berkata “tetap enak di rumah sendiri, kaya nggak menjamin seneng”. Masa??? Bagaimana dengan anak-anak (dari keluarga miskin) yang sempat mengalami jadi orang kaya selama 3 hari trus tiba-tiba kembali ke keadaan sebelumnya? (miskin). Bagaimana dengan mental anak-anak ini.


Yang jelas tujuan dari acara ini yang memberikan pandangan bahwa kita patut bersyukur, bahwa kaya miskin ngga ada bedanya, ato apalah…sama sekali ngga tercermin tuh. Yang ada adalah acara ngetawain orang miskin yang ditempatkan di posisi orang kaya, yang membuat para penonton senang dan akan terus menyaksikan acara ini. Kelucuan si miskin apalagi yang akan terjadi di episode selanjutnya. Iya nggak??

0 komentar:

There was an error in this gadget

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Our Beloved Hafizh