Home

Thursday, March 3, 2011

Peer pressure di dunia emak-emak


Beberapa hari lalu dicurhatin sodara sepupu via YM. Dia kebetulan punya toddler juga hampir seumuran sama Hafizh (hamilnya juga bareng soalnya hehe). Dari curhatannya dia keliatan emosi tingkat tinggi hehe.


Dia cerita soal pertengkaran dengan salah seorang temennya. Sama-sama emak-emak juga. Permasalahannya? Ga jauh dari dunia ibu dan anak. Si sepupu aku ini (Octa) merasa temennya (I) ini rese’ banget, cerewet dan sok ngurusin urusan yang bukan urusannya. Dari soal imunisasi, soal botol susu, soal penyakit anak, soal dokter anak, plus ga ketinggalan soal milestone anak.

Awalnya si konon mereka ngbrol biasa aja soal anak, eh lama kelamaan si I ini jadi super sok nasehatin kudu begini begitu, ga boleh gini gitu, sampe mendjuge, dan inilah yang Octa ga terima. Rupanya si I ini gemar browsing di internet, jadi dia sudah menjelajah berbagai milis dan forum ibu anak. Dan dengan bekal itulah dia sukses “membantai” si sepupuku ini yang emang ga terlalu getol gentayangan di dunia maya ngubek2 soal informasi ibu dan anak. Tapi bukannya si octa ini ga tau sama sekali loh, namanya ibu pasti cari tau dari majalah, tanya2, dokter, tapi nggak di internet.

Dari mulai kekeuhnya dia soal imunisasi MMR yang kata I bikin autis (I memutuskan ga ambil ini), plus dengan nakut2in si octa yang anaknya dah diimun MMR, berlanjut ke soal botol BPA free, dot yang mesti ganti setiap sekian bulan sekali, soal imunisasi yang dianjurkan itu sebenernya ga efektif, dan yang paling menohok, apalagi kalo bukan soal per-SUFOR-an, dibantai abis deh si octa sama si I.

Akunya si berusaha semampu aku ngejelasin satu persatu tiap dia tanya ke aku soal hal2 yang bikin si I nyolot, plus aku nunjukin beberapa web yang “friendly” dan menjelaskan soal peer pressure di dunia maya yang emang (kadang) kejam hehe. Oiya, aku ngasi tau soal mamayeah juga, soal ini biar ga susah2 ngejelasin, aku kasi linknya Bundit yang ngebahas mamayeah.

Dari situ dia sekarang jadi penasaran dan buka semua milis atau forum, dan suka nanya2 aku tentang web yang bagus, yang aku saranin salah satunya The Urban Mama, soalnya di sini asyik, dan kita ga perlu merasa “hina” hehe...

Emang sih ya, di internet itu banyaaak sekali informasi yang sangat bermanfaat, aku ngerasain banget. Kita jadi aware, kritis, plus tau banyak tanpa harus beli berbagai buku dengan adanya situs2 khusus ibu anak gitu. Namun informasi yang banyak kita serap itu (sampe ibaratnya udah nglotok di luar kepala) nggak trus menjadikan kita sok pinter (melebihi dokter) ujung2nya jadi kaya kasus sepupuku itu. Dengan banyak informasi yang kita tahu bukan berarti kita ga perlu advice dokter lagi, tetep dong kita konsultasi, tanya-tanya. Karena dokter (anak misalnya) tentu jauh lebih tau ilmu kedokteran anak (yang mana sekolahnya lama dan mahal hehe) dibanding kita yang hanya modal browsing2 aja kan?

So, mengutip tulisan bundit

“Seperti pisau bermata dua, milist bisa dipandang sebagai sesuatu yang bermanfaat karena banyak diskusi menarik soal ASI, MPASI Sehat, Imunisasi dll. Namun di sisi lain, milist seakan monster yang menakutkan. Karena seperti Bunda pernah temui, ada beberapa orang yang suka “menghakimi” atau “memandang rendah” member yang gagal mencapai tujuan sesuai harapan milist. Jadi bergabung dengan milist, tidak nambah ilmu tapi malah makin tersudut. Namun Bunda rasa itu hanyalah “oknum” yang bersikap “kejam” seperti itu.”

Mungkin si I merasa dengan dia tau banyak, dia bisa menghakimi, memaksa (membujuk) orang lain melakukan sesuatu yang sebenarnya (kadang) belum tentu benar, ditambah lagi orang lain itu kebetulan buta masalah informasi itu. Mungkin niatnya baik, tapi ujung2nya malah jadi nyakitin orang. Sayang banget kan...

Tapi sisi positifnya, si sepupuku ini sekarang jadi ikutan rajin menyambangi situs, blog, milis ataupun forum yang ngebahas parenting dan all about ibu dan anak. Kita jadi sering diskusi juga jadinya, dan yang penting....(berbau ancaman) awas aja kalo saking rajinnya gentayangan di situs2 itu dia jadi kaya temennya itu hahahahahah....

5 komentar:

lidya said...

yang menasehati untuk jalan sesat juga banyak loh sekarang :)(maksudnya masalah anak)
tapi aku ga mau ribut ah, paling cuma senyum atau diam aja

sari said...

mb lidya; iya becul mba hehehehe

BunDit said...

Hihihi makasih bun tulisanku dikutip. Kalau kita mendapat "ilmu" dr internet dan kita telan mentah2, biasanya ya begitu, tidak ada rasa empati thd sesama ibu. Tiap "kegagalan" pasti ada penyebabnya. Jangan gak tahu duduk perkaranya langsung nge-judge. Kalau saya mikirnya simpel aja sih bun, saya gak mau dihakimi maka saya pun gak akan pernah mau menghakimi.Salam buat sepupunya ya bun :-)

Allisa Yustica Krones said...

Setuju!!! Punya banyak ilmu bekal dari milis dan hasil browsing bukan berarti memberikan kita predikat istimewa sebagai ibu sempurna serta kemudian jadi ngerasa berhak menghakimi ibu laen.

Salam buat sepupunya ya mbak, semoga sepupunya juga bisa punya banyak ilmu untuk dipraktekkan dan bukannya dijadikan bahan berkoar-koar, hehehe

sari said...

bundit: iyaahh...ga sampe lah kita sekejam itu ngejudge orang lain padahal kita juga masih banyak kekurangan

mb alissa: setuju mba, iya dia sekarang jadi rajin browsing2 hehe

There was an error in this gadget

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Our Beloved Hafizh