Pages

Monday, September 30, 2013

Sate Lilit Bali

Sudah lama banget ngga posting masakan ples resepnya, kalo masak sih tiap hari dan cuma masakan tertentu yang dipoto dan disimpen dulu krn belom sempet bikin postingan

Kali ini coba bikin Sate Lilit ala Bali, sekalian memberdayakan panci happy call yang baru lunas kreditannya hihihi...

Emang enak banget punya panci ini, agak telat sih punyanya, habisnya mehong jd mikir-mikir kalo mau beli, untung beli di temen bisa kridit (mak irit) hehe


Sate Lilit Bali (sumber dari Sajiansedap.com)

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
    200 gram ayam giling
    100 gram udang giling
    2 tangkai kucai, dipotong 1/2 cm
    1 sendok makan santan kental instan
    1/2 sendok teh garam
    1/2 sendok teh gula pasir
    2 sendok makan minyak untuk menumis
    11 batang serai untuk tusukan
    Bumbu halus:
    3 buah cabai merah keriting
    2 siung bawang putih
    3 butir bawang merah
    1 cm kunyit, bakar
    1 butir kemiri, disangrai
    1/4 sendok teh ketumbar
    1/2 sendok teh terasi, dibakar

Cara Pengolahan :
    1. Tumis bumbu halus sampai harum. Angkat.
    2. Masukkan ayam giling, udang giling, kucai, garam, dan gula pasir. Aduk rata
     
     
    3. Ambil sedikit adonan. Buat pentul di batang serai.
    4. Bakar dalam pan yang sudah dipanaskan sampai matang dan harum.


Rasanya endang bambang gulindang...rasa rempahnya khas banget, dimakan pake nasi anget aja enak. Kalo di Bali sono biasa dimakan pake lawar. Kalo mau bisa aja sih dimakan pake sambel terasi, cocok-cocok aja tuh :)

Sayangnya Hafizh ga suka, mungkin karena rasa rempah-rempah dan bumbunya tajem banget jadi dia berasa aneh kali ya..ya udah dimakan ayah ibunya aja hehe...

Oiya, yang bikin khas selain bumbunya adalah tusuk satenya, karena pakenya serai, jadi pas dibakar aroma serainya ikut merasuk ke dalam ayamnya. Yuummmm....


Tuesday, September 24, 2013

Jebreetttt, Timnas Menang....

Demi apa sampe posting soal ini hihihi...

Sudah sekian lama ke-maniak-an bolaku terhenti smeenjak bek kiri Italian nan ganteng (uhuk!) Paolo Maldini pensiun. Dan pemain-pemain bola setelah angkatan om Maldini sudah ga hapal lagi. Yaa paling tau beberapa nama saja yang memang menonjol. Tapi blas sama sekali ga ngikutin liga apapun. Kayaknya spirit of footbalku ikut luruh bersama air ketuban hahaha....

Tapi kalo event-even besar 2 tahunan apapun itu biasanya ikut liat, walo mungkin liat cuma finalnya aja. Dan di akhir minggu ini ikutan liat final AFF U-19. Tadinya ngga ngeh juga, lhoo kok udah ada AFF lagi, padahal kayaknya baru saja ada event AFF di mana Indonesia dengan segala pemain naturalisasinya tetap tidak bisa berbicara di kancah asia tenggara (tsaaahhh bahasaku...)

Akhirnya ikut paksuami liat bola, dari mulai sama Timor Leste sampe dengan final (sama Myanmar ga liat). Waktu nonton suami agak-agak bete, bukaan..bukan karena permainan Indonesia buruk, tapi lebih ke cara komentator bola yang berisik banget. Sebenarnya dia bukan komentator ya, kan si mas ini yang jadi presenter. Komentator kan orang yang diundang itu seharusnya (tamu).

Tapi entah kenapa yang banyak komentar di petandingan adalah si mas berisik ini (yang belakangan diketahui bernama Valentino Simanjuntak @radotvalent..buset lengkap amat taunya hihihi)
Slain komentarnya yang terlalu detil macam komentar sepakbola di radio (yang penonton memang butuh detil, kan ga liat pertandingannya), juga ata-katanya yang agak alay...dan yang palinng fenomenal adalah kata-kata "jebret"nya....

Kata-kata "jebret" dan "jegerr" biasa ia teriakkan ketika gol terjadi atau saat saat genting di mana ada pemain yang berusaha menembakkan tendangan ke gawang.

Tadinya risi dengernya, kok jebret siihh...bukannya teriak "gooll" malah jebrat jebret. Tapi lama-lama lucu juga. Dan yang bikin tambah lucu adalah si mas ini suka memasukkan kutipan-kutipan pahlawan dari Bung Karno, RA Kartini...lebay pokoknya.

Tapi, dengan keanehannya dan kelebay-annya itu dia terlihat "beda" dari komentator lain, dan ternyata setelah pertandingan itu "jebret"nya bertebaran di media sosial hehehe....bahasa intelek vickynisasi tergusur deehh...

Namun lain ceritanya kali ya kalo kemarin Indonesia ga berhasil memenangkan piala AFF, bisa jadi jebret-nya justru jd cemoohan. untungnya menang.

OOT dikit, berdoa banget semoga timnas yang semangatnya masih murni ini tidak terkontaminasi dengan dunia ketenaran, roadshow wawancara TV sana sini, ujung-ujungnya gaul sama selebriti, pacaran sama selebriti ABG, masalah timbul, jadi bintang iklan sosis #eh....mending fokus di bola aja ya adik adik :)



source: http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2013/09/23/4282422/galeri-foto-final-aff-u-19-kami-bisa-juara

CONGRATULATION, WE PROUD OF YOU!!!!!

Sunday, September 22, 2013

Wisata Akhir Pekan Murah Meriah di Semarang




Suntuk, pengen jalan-jalan dan wisata kuliner, namun tanggal sudah memasuki taggal tua, hehehe.
 
Ga usah khawatir, wisata dalam kota yang murah meriah juga seru, ga harus ke luar kota. Asik juga lhooo, apalagi sambil ajak si kecil, girang banget dia. Yang penting ga suntuk di rumah.

Kalo di Semarang tempat publik yang murah meriah ya di mana lagi kalau  nggak di Simpang Lima dan sekitarnya.

SimpangLima memang sudah jadi ikon kota lumpia kelahiranku ini. Alhamdulillah wacana-wacana yang mengatakan simpanglima bakal digusur dan diganti dengan pusat bisnis sampai sekarang tidak pernah terbukti. Justru sekarang Simpanglima dan sekitarnya menjadi semakin cantik dan makin banyak keluarga yang menghabiskan waktu dengan menikmati wiken di tempat ini.

Sekarang semakin bersolek terlihat dari banyaknya fasilitas bermain, dari mulai sepatu roda, sepeda hias, becak hias. Jalan Pahlawan juga sekarang makin bersih dan tertata. Sejak Walikota Semarang terpilih beberapa tahun lalu memang terjadi perubahan yang signifikan. PKL ditata rapi,shelter-shelter dibangun agar PKL bisa berdagang dengan nyaman, demikian juga dengan para pembeli bisa nyaman juga menikmati makanan.

 
Simpang lima sekitar 4 tahun lalu waktu pasar pagi masih diperbolehkan, sekarang pasar pagi dipindahkan ke JL Stadion Diponegoro


Taman kota yang masih sekawasan dengan SimpangLima (Taman KB) sekarang juga semakin tertata. Yang membuatnya tambah cantik adalah lampion-lampion cantik aneka bentuk yang dipasag di taman ini, mirip-mirip taman lampion di BNS hehe…

 Taman KB di Jl Menteri Supeno


Soal makanan,  jangan khawatir. Di seputar Simpanglima maupun di PKL Taman KB berjejer aneka makanan. Yang perlu diwaspadai di sekitar simpanglima kadang harganya agak “ngentel” alias mahal, sebaiknya ditanyakan dulu atau bisa liat tariff harganya. Kalo yang di taman KB harganya standar ga mahal. 



PKL Taman KB, harganya standar, pusat penjual tahu gimbal di Semarang




 Tahu Gimbal sepiring berdua :p

Soal rasa…ya kalo pinter-pinter milih sih bisa nemu yang enak, kalo tahu gimbal khas semarang semua enak (di Taman KB)…ditambah lagi suasananya asik banget makan di kawasan ini baik siang/malam. Siang ga terlalu panas karena di kawasan ini cukup banyak pepohonan.


Naik becak hias, sekali muter 30rb (lumayan pegel, tapi asik)




Bebas lari-larian dan guling-guling :)


 Naik scooter sewaan di sepanjang Jalan Pahlawan




 Simpang Lima, Taman Kota favorit warga Semarang, maap narsis :)

Mudah-mudahan Simpang Lima akan tetap ada sampai kapanpun, sayang banget kalo sampai digusur digantikan dengan bangunan. Menurut teman-teman yang merantau di luar kota, jika pulang ke Semarang selalu menyempatkan jalan-jalan ke sini, ke landmark kota Semarang tercinta :)

Thursday, September 12, 2013

Mencintai dan Dicintai



Anak-anak memang sering mengeluarkan statement-statement ajaib ya, yang nggak pernah kita duga sebelumnya. Dan kadang kita harus putar otak untuk menjawab pertanyaannya maupun merespon apa yang dikatakannya. Seperti yang terjadi sama Hafizh pagi tadi.

Di usia 3,5 thn Hafiz ini sukaaaa banget bercerita. Misalkan ditanya satu pertanyaan, dia akan menjawab dengan detil kronologisnya dan bahkan hal-hal yang sebenarnya ngga ditanyain, namun memang masih dalam konteks pertanyaan hehe

H: Ibu, kemarin aku hari minggu naik kuda ya.

I:  Iya, Hafizh suka?

H: Suka. Kudanya kuda laki-laki sama kuda perempuan.

I: Oh iya? Kan kudanya Cuma satu.

H: Iya, tapi aku kepengen kudanya dua. Laki sama perempuan. Kuda perempuan dicintai sama kuda laki laki

I: *bagaikan tersambar petir* haha lebay…emaknya berusaha tenang sambil mikir juga sih, darimana anak ini bisa kepikiran statement dia barusan?

Kok bisa?

H: Iya bisa (jawab dengan santai). Kudanya love itu lhooo…love (sambil tangannya memperagakan bentuk hati)

I: Oooo (manggut manggut). Trus kalo Hafizh dicintai siapa?

H: Hafizh dicintai ayah sama ibu.

I: Emaknya menghela napas panjang. Alhamdulillah. Kemudian mencoba mengetes lagi.
Kalo mbak bela (sepupunya) dicintai siapa?

H: Dicintai bude sama pakde

I: Kalo yangti sama kakung?

H: Yangti sama kakung dicintai aku, mbak bela, mas fahri, banyak.

I: Oooo sukur deh dia mengasumsikan mencintai dengan menyayangi. Hehehe.

Emaknya juga sih ya keburu parno hihihi. Yaa gimana enggak, kalo di sini mencintai masih terasa beda dengan menyayangi, padahal kalo di luar sono ya sama-sama “love” ya artinya hehehe…
Kadang kita takut anak-anak berpikir seperti yang kita bayangkan, padahal nggak selalu.

Seperti misalnya ketika anak laki-laki main masak-masakan. Sebagian orang berpendapat: heeii itu kan mainan anak cewek. Padahal sih pikiran anak ngga sampe ke situ. Main ya main aja. Lagian memasak  bukan dominasi cewek kan?


Friday, September 6, 2013

Wisata ke Solo




Setelah 2 hari wisuda yang melelahkan, hari Jumat suami ngajak jalan-jalan, ga jauh-jauh, cuma ke Solo aja. Dari kemarin-kemarin pengen banget ke Solo yang bener-bener jalan-jalan agak lama, nginep gituu. Kalo Jogja udah agak bosen ya, slain itu pengen wiskul di Solo juga sih yang terkenal enak dan murah hehehe.
 

Tadinya rencana ke Solo seminggu setelah wisuda, ternyata suami ngajak jumat minggu itu juga, packing juga dadakan, cepet sih cumapergi sampe hari Minggu aja, tapi tetep lumayan rempong packingnya.

Kebetulan pas ada promo soft opening Tune Hotel di Solo, lumayaan hehe…Hotel jaringan milik mister Tony Fernandes ini memang baru aja dibangun di Solo, lumayan lah nganyari hehe…


Berangkat dr Semarang habis Jumatan, ga macet sama sekali. Di Boyolali mampir makan siang yang terlambat di Soto Seger Mbok Giyem. Soto ini yang ngalahin popularitas Soto Rumput Boyolali yang sudah duluan popular. Sebenernya rasanya nggak terlalu istimewa, tetep suka soto Semarang, tapi lauk pendampingnya itu lhooo yang bikin gak nahan.  Istilahnya “ubo rampe” makan sotonya banyak banget. Sate ada beberapa jenis, sate telor puyuh, sate kikil, sate rempelo, sate otak, trus gorengannya ada tahu bakso, lentho, bakwan, sosis solo, emmm apa lagi ya, pokoknya meriah “ubo rampe”-nya daripada makanan utamanya itu sendiri.


Kelar makan lanjut perjalanan, sampe Solo jam 4, langsung tepar bentar. Habis mandi dan sholat maghrib keluar cari makan. Sebenernya ga ada agenda khusus mau kemana sih, Cuma pengen menikmati kota Solo aja hehe.


Meluncur ke Galabo (Gladak Langen Bogan) di depan PGS, ini semacam tempat makan pujasera gitu, full makanan khas Solo. Jadi yang nggak sempet keliling wiskul Solo, di sini bisa didapetin semua, dari nasi liwet, pecel, tengkleng, dan lain-lain yang khas Solo. 

Tempatnya terbuka beratapkan langit, disediakan kursi-kursi dan meja. Kalo di Surabaya semacam Kya-Kya kalo ga salah, kalo di Semarang ya di Semawis.


Ternyata eh ternyata gerimis, agenda ke Galabo dibatalkan, dan akhirnya keliling cari tempat makan yang lain. Berdasarkan hasil browsing-browsing kuliner enak di Solo, meluncurlah ke nasi liwet Wongso Lemu. Tadinya pengen gudeg ceker martoyudan tapi kok katanya bukanya malem, akhirnya ke nasi liwet ajah.


Nasi liwet kalo dari tempat asalnya emang beda ya,  lebih enak hehe. Kalo di Semarang mirip dengan nasi ayam simpang lima. Tapi kalo nasi ayam kuahnya banjir dan nasinya nasi biasa, gak gurih. Sayurnya sih sama, sayur labu siam pedes ples ayam opor gitu. Cuma kalo di Solo ada kuah areh yang bikin gurih dan nasinya emang dibikin gurih.


Kelar makan nasi liwet, keliling-keliling ngukur jalan hehe. Sebelum pulang mampir di susu segar Shi-Jack (di segala penjuru Solo ada tenda susu ini hehe), murah lho, susu segar (bisa coklat, sirup, atau esteemje) mulai 6rb, dan aneka camilannya juga enak-enak.


Paginya, bangun agak siangan, jam 9-an baru keluar. Karena malamnya udah beli roti bakar, jadi bisa dimakan buat pengganjal perut hehe. Kita ga sarapan di hotel karena rate-nya emang room only, namanya aja budget hotel hehe. Lagian pengen cari yang khas Solo kok


Hari itu agendanya pengen selat solo “Viens” yang terkenal (dibahas di blog mana-mana). Lokasinya di deket Stasiun Balapan. Agak bête juga sama suami waktu itu karena muter-muter ga tau arah, padahal aku dan kasi tau alamat sesuai tertera di blog dan pengennya suami Tanya orang aja gitu biar ga lama. Eh dia nekat “ah bisa cari sendiri” akhirnya agak lama ketemu, ditambah ketilang pula heu heu heu….duh perjuangan bener mau makan selat yang katanya enak hehe.


Dan ternyata emang enak selatnya, muraah pula, suami malah takut, ini bener harganya segini, mosok selat iga 9rb saja hehe. Dan yang lucu, ibu pemilik tempat makan ini bisa cepet banget ngitung totalan kaya kalkulator, hehe. Kita coba pesen selat solo, selat iga, sama sup matahari. Selat solo dan selat iga hampir sama, isinya kentang, wortel, telur pindang dan kuah coklat yang gurih manis. 

Yang membedakan adalah kalo selat solo memakai daging cacah yang dibikin kaya bakso, kalo selat iga ya pake iga J Sedangkan sup matahari kaya sup biasa aja sih, Cuma ada daging giling yang dibungkus telor dadar trus dibuka jadi kaya matahari, enak, seger banget.


Kelar makan karena ga tau mau kemana akhirnya jalan aja, dan sampe ke pinggiran Solo di mana ada Kebun Binatang Jurug, duuuh tempat jadul ini pernah aku kunjungin waktu jaman SD, akhirnya masuk ke situ. Agak males juga sih tapi si bocah antusias begitu ditunjukin itu ada kebun binatang. 



Karena sabtu, jadinya tempat agak sepi. Lumayan jauh jalan dari pintu masuk ke lokasi kebun binatang, tapi enak banyak pohonnya+lewatin danau. Kalo minggu ada bendi atau kereta kelinci jadi ga berasa capek, laah ini Sabtu jadi pake kaki aja jalannya. Lumayan melelahkan, tapi Hafizh excited banget hehehe ga kliatan capek. 


Dia pernah ke kebun binatang di Semarang (Mangkang) dan Batu Secret Zoo Malang, tapi waktu itu masih agak kecil jd mungkin dah lupa hehe. Kalo dibandingin sama Batu Secret Zoo ya jauh lah hihihihi.


Seneng banget dia liat binatang-binatang. Di sana lumayan lengkap, ada kijang, unta, monyet, gorilla, beruang, harimau, ular, aneka burung dan lain-lain. Lumayan lah buat belajar juga walo panas-panasan hehe.


Kelar dari Kebun Binatang yang menggemporkan kaki, makan siang bebek goreng (Bebek Pak Ndut_. Di Semarang bebek ini sepi pengunjung, tapi di Solo rame, dan masakannya lebih enak. Mau ke bebek slamet kok kejauhan musti ke kartasura. Akhirnya lanjut pulang ke hotel, tidur sampe menjelang isya. 


Habis Isya keluar lagi. Agendanya ke Galabo, tapi mampir ngemol dulu hehe. Di Galabo Hafizh malah bobok soalnya dia dari kebun binatang sorenya ga mau tidur, padahal emak-bapaknya tidur. AKhirnya diangkatlah dia, cari tempat yang lesehan biar bisa ditidurin hehe. 


Di Galabo paksuami pengen Sate Buntel dan aku pesen nasi goreng kambing. Sate buntel ini sate dari daging kambing yang digiling, enaaakkk. Selain itu juga pesen wedang dongo khas Solo juga.


Minggu paginya jalan-jalan ke stadion Manahan dan car free day. Ya sama sih kaya di Semarang, Cuma yang beda jajanan-jajanannya aja. Pagi itu makan nasi liwet again dan cabuk rambak (ketupat pake bumbu wijen, enak, unik rasanya) sama zuppa soup. Di Solo pedagang zuppa soup kakilima banyak lho, harganya murah lagi, 7rb aja.


Sebenernya pengen nyoba timlo sastro yang ada di belakang pasar gede, tapi parkirnya susah, akhirnya batal. Kelar sarapan balik ke hotel packing buat pulang. 

Chek out jam 11-an langsung ke PGS buat shopping hehe. Lanjut beli oleh-oleh. Aku juga pesen Pie Susu Ny Lie (taunya dari fesbuk), nyamperin agak jauh ke Solo Baru. Enak pie-nya, dicemil di perjalanan.


Akhirnya menjelang sore sampai Semarang, bebas macet euyy jalannya.

Lumayan liburan bentar, perut kenyang hati senang hehehe. 




Thursday, September 5, 2013

Graduation Day!





Alhamdulillah terlewati sudah 2 hari yang sangat melelahkan. Ya, sangat! Sebenrnya ga Cuma 2 hari wisuda itu saja sih tapi juga mulai dari hari gladi bersihnya (total 4 hari) jadi agendanya, senin gladi buat wisuda universitas, selasa gladi buat wisuda fakultas, rabu wisuda fakultas dan kamis wisuda universitas, rempong…(tapi seneng tentunya)

Untuk wisuda hari pertama (fakultas) bertempat di hotel dengan durasi waktu yang tidak terlalu lama (jam 8-10) jadi Hafizh ikut. Di sana pun dia ga dibolehin masuk, jadi dia di luar sama eyang kakungnya. Dari malem udah disiapin segala peralatan tempur biar Hafizh ga rewel selama nunggu. Segala makanan, susu kotak, mainan, tablet, sampe mainan pedang2an semua diangkut hehehe. 

Pas wisuda di dalem emaknya ini kepikiran sama anaknya yang di luar hehehe….untung jam 10 sudah selesai (mulai prosesi jam 8). Kata eyang kakungnya, Hafizh di luar anteng, ga bikin ulah yang bikin capek eyangnya, Alhamdulillah.

Kalo yang di wisuda universitas, Hafizh memang sengaja ga diajak, mengingat durasi yang lebih lama (soalnya universitas, jd lebih banyak kan wisudawannya). Hafizh dititipin ke rumah bude yang ga jauh dari rumah ortu.

Emang bener, lama banget, mulai jam 12.30 selesai jam 4-an, duuh sampe pegel pinggang, ples ngantuk pula. Jumlah wisudawan ada 500an, itu padahal sesi ke dua di hari itu. Dibagi beberapa sesi mengingat banyaknya wisudawan dan demi kenyamanan bersama. Bahkan hari kamis itu adalah hari ke berapaa gitu wisuda fakultas. (ngebayangin pak rektor UNDIP, kasian salaman dengan berapa ribuan orang ya selama prosesi wisuda beberapa hari itu).

Dan, inilah poto-poto narsisnya. 






Oiya….nama belakang saya sekarang ditambahin M.Hum, khusus dipake buat keperluan akademis alias pekerjaan mengajar saja, buat nama di amplop buat nyumbang atau undangan arisan RT atau nama di kontak BB/fesbuk/twitter ga perlu dipasang *krik krik* :D