Pages

Wednesday, January 22, 2014

Pantai-Pantai Ini Ternyata Indah!



Bicara soal tempat tujuan wisata, saya lebih suka ke pantai daripada ke pegunungan, walo kalo misalnya diajak ke pegunungan ga nolak juga sih, tetep suka pemandangannya. Tapi saya merasa saya lebih anak pantai dibanding anak gunung, anak mol juga sih dulu hehe *penting* 

Sebetulnya ga cuma pantai, intinya mungkin segala jenis wisata air, pantai, kepulauan, pokoknya yang saya bisa keceh sepuasnya layaknya anak kecil.

Selama ini pantai yang saya kunjungi hanya beberapa pantai sekitar pantai di Jawa dan Bali saja. Fyi, saya belum pernah menginjakkan kaki di luar pulau Jawa maupun Bali hehe. Tentu saja saya kepengen ke pantai-pantai indah di Indonesia seperti Pantai di Belitung, Pantai Senggigi, Gili Trawangan (eh ini pantai bukan ya), Kepulauan Raja Ampat, Derawan dan lain sebagainya.

Apalagi pas lihat tayangan my trip my adventure di Transtv, saya betah banget liat liputan pas di Derawan atau di Raja Ampat. Betah juga liat presenternya si kakak Hamish yang kece itu sih *uhuk*

Pernah juga berangan-angan bisa mengunjungi Pantai-pantai di Thailand yang indah. Pantai Patong, Pattaya atau ke Phi-Phi Island. Duuhh kapan yaa…*lirik suami*

Tapi, seringkali saya melihat liputan, atau postingan di blog soal pantai yang jarang saya dengar kiprahnya (halah) namun ternyata sangat-sangat indah., ga kalah deh sama pantai-pantai di Thailand atau di Hawai hehe. Biasanya pantai-pantai ini merupakan pantai yang masih perawan dan belum dikelola dengan resmi (tapi ga smua sih). Selain itu pantai-pantai ini biasanya (mungkin) aksesnya agak sulit, jadi tak banyak wisatawan yang ke sana. 

Baiklah, coba saya rangkum beberapa pantai yang namanya mungkin terdengar asing tapi ternyata indah, mudah-mudahan suatu saat nanti saya ke bisa berkunjung ke pantai-pantai ini.

1.      Pantai Klayar di Pacitan

 sumber dari sini

Pengen bobok di pasir yang bersih ituuu.... :p


2.      Pantai Indrayanti di Yogyakarta


 Sumber dari sini
Kalau pantai ini kayaknya udah mulai populer mengalahkan Parangtritis

3.      Pantai Grajagan di Banyuwangi


 Sumber dari sini

Beneran kayak di Irlandia atau New Zealand yaa... oemjiii indahnyaa


        Pantai Papuma di Jember



 Sumber dari sini

Pantai Sawarna di Banten (namanya kok kaya penyanyi ya *abaikan*)

 Sumber dari sini

 Pulau Sempu di Malang


Sumber dari sini

Ga nyangka ternyata di Malang ada Pantai, kirain cuma Batu aja yang tersohor hehe
Wuiih keren-keren kaann…namanya mungkin jarang kedengeran, tapi pesonanya sungguh luar biasa, dan ternyata masih di P. Jawa juga.

Tapi semakin ke sini mungkin pantai-pantai ini mulai dikunjungi banyak orang, mudah-mudahan kebersihan dan keindahannya tetep terjaga. Jangan buang sampah sembarangan yaa kalau teman-teman ada yang mau ke sana. (Masih sebel gara-gara kemarin di Pantai Bandengan nemu pampes bekas yang kebawa ombak, yaiiikkk....)

Monday, January 20, 2014

Irit (tapi Bukan Pelit) ala Emak-emak



Ngomongin soal irit-mengirit memang ga jauh dari yang label emak-emak. Walaupun ga semua penyandang status emak-emak itu ngirit. Tapi setidaknya dalam membelanjakan uang pasti ada trik-trik khusus supaya memaksimalkan penggunaan uang yang sedikit mendapat hasil yang memuaskan, menurut teori ekonomi “dengan modal yang sekecil-kecilnya mendapatkan untung yang sebesar-besarnya” halah…ngelantur. Atau ada istilah “frugal living” yang kadang membuat saya ternganga takjub. Saya memang belum bisa sefrugal itu, tapi setidaknya ada upaya sedikit buat irit lah ya.

Berikut diantaranya hal-hal yang selama ini saya lakukan dalam membelanjakan uang ala emak-emak irit (tapi bukan pelit).
1.      Jangan terlalu tergiur info diskon item-item tertentu (groceries), biasanya kan ada tuh hari Jumat supermarket anu promo produk tertentu. Memang menggiurkan, tapi biasanya beberapa item tertentu memang diskon tapi item-item lain yang kita beli harganya justru lebih mahal dari tempat lain, naah apa itu namanya bukan subsidi silang hihihi. Jadi kalau saya sih memilih supermarket yang memang terkenal murah di kota saya (ga boleh sebut merek ya) buat belanja bulanan. Kalo memang ada diskon di supermarket lain buat barang yang gede-gede (misal container plastic atau rak-rak lucu) bolehlah diintip, tapi ke sana khusus beli barang itu aja ya. Tabahkan hati untuk tidak melihat barang groceries lain yang memang tidak butuh dibeli. 

2.      Untuk penghematan beli baju, misal ada uang 300rb rupiah, sebisa mungkin uang segitu bisa dapat berapa potong baju gitu. Bisa cari diskon di mall atau ga harus ke mall. Sekarang kan banyak ya butik yang kualitas bagus walau tidak bermerk. Lagian merk-nya ga keliatan ini hehehe. Selain itu coba beli baju yang gampang dipadu padankan, misal beli 1 rok warna netral bisa buat atasan macem-macem. 1 cardigan bisa dibikin berbagai gaya dan dipaduin sama baju kita yang lama.

Untuk baju anak, kadang harganya lebih mahal daripada baju emaknya kan? Saya si ngga maksain buat beli baju bermerk yang harganya selangit buat anak, toh anak juga ga ngerti segitu bangganya pake merk ini itu. Yang penting bagus dipakai walau bukan dari merek-merek tersebut. Kecuali kalau diskon, boleh lah sesekali. Untuk celana panjang anak saya misalnya (Hafizh, 4 tahun) pernah lihat di mol harganya mihil sementara saya beli ga di mol (di toko biasa) dengan kualitas yang lebih bagus ples murah pula *happy*

3.      Soal makan di luar bolehlah sekali-sekali tapi kalau saya biasanya mencoba makan di luar yang memang saya ga bisa bikin sendiri di rumah. Makanan-makan fastfood seperti bento-bentoan (chicken katsu, eggroll, friedchicken, kentang goreng) itu kan sebenarnya mudah dibuat untuk di rumah. Agak rempong sedikit tapi lebih murah dan puas, dapetnya banyak. Biasanya saya menyempatkan wisata kuliner jika memang menu yang saya pengen itu menu yang susah untuk dibuat sendiri, misalnya makanan-makanan khas yang masaknya sangat ribet (biasanya malah justru menu tradisional) misalnya gudeg, nasi liwet, tengkleng, duuh jadi laper 

Bolehlah sesekali ke resto pizza misalnya, pilih yang paket hemat atau pas hari-hari ada diskon menu khusus hehehe. Tapi kalo bisa sih jangan malu-maluin kayak gini lah..walo top juga usahanya 




 trik ambil salad di salah satu resto pizza, disusun sedemikian rupa biar muat banyak dalam 1 mangkok haha
sumber gambar dari sini

4.      Memanfaatkan teman-teman bakul online yang jualan produk-produk makanan kecil. Saya pernah melihat 1 cup klapertaart di bakery bisa 10-15rb per cup, sementara di temen saya hanya 7rb percup, itupun kalo kita pesan lebih dari 5 akan dikasi bonus. Atau produk-produk nugget seperti bakso kalau beli frozen di supermarket kan biasanya mahal, kalo beli di temen biasanya murah dan lebih fresh karena ga terlalu lama dibuat setelah kita order.


Salah satu makanan yang sering saya pesen online di teman saya, 
harga lebih murah masih ditambah bonus :)

5.      Trus buat belanja bahan makanan, biasanya sih belanja di pasar deket kompleks khusus untuk produk segar kayak sayur, ayam, ikan dan buah. Di supermarket memang tersedia, lengkap, dan juga segar, tapi kan ga setiap hari kita ke supermarket. Biasanya produk segar yang saya beli di supermarket adalah yang ga tersedia di pasar deket komplek, misalnya daging giling atau buah yang lagi promo. 

Belanja di pasar itu enaknya bisa belanja dikit. Kadang bawang putih 2rb aja bisa buat 3 hari masak hehe (untuk keluarga kecil seperti kami). Trus karena pasarnya deket jadi bisa tiap hari ke pasar. Bisa lebih boros dong. Enggak juga, karena mending setiap hari beli segar soalnya kalo beli banyak-banyak trus ditampung di kulkas kadang mubazir juga kelamaan (misal teryata dapet hantaran, kan ga jadi masak tuh hehe)



Pokoknya belanja sehari 25-30rb itu bisa beli protein dan sayur dan dimasak untuk hari itu buat sekeluarga (ayah, ibu, 1 balita). Lebih asik pokoknya belanja ke pasar, pulangnya bisa beli aneka jajanan pasar. Lhooh..ga jadi ngirit hihihi.

Kayaknya kurang lebih begitu cara saya berusaha berusaha jadi mak irit tapi ga pelit. Mungkin dari kacamata orang yang saya lakukan ini kurang irit, ya kalo gitu saya perlu belajar lagi dari yang lebih irit :p


Thursday, January 16, 2014

New Step



Per akhir Desember 2013 kemarin (lupa tepatnya tanggalnya) suami mengundurkan diri alias resign dari kantornya. Keinginan ini sebenarnya sudah sejak lama, sudah sering pula diomongin sama istrinya ini. Alesannya: selain karena kondisi perusahaan yang sudah tidak sehat si ayah juga pengen kerja sendiri aja.
Seperti pernah diposting di sini. Suami selain kerja di kantornya yang terakhir ini juga “nyambi” usaha sampingan gitu deh. Dan sekarang mantap buat menekuni pekerjaan sampingannya itu.

Yaa sebagai seorang istri (jiah bahasanya) aku mendukung aja asalkan suami memang udah mantap, dan mendoakan tentunya. Dan hari pertama resign itu diawali dengan nemenin tes+jalan-jalan lagi ke Malang hehehe.

Dan sampai hari ini kita amat sangat menikmati suasana resignya suami. Maksudnya, kalo pagi bener-bener santai (Hafizh skolah Paud-nya sore). Ga grabak grubuk. Kadang males-malesan sampe jam 8 hehehe.
Sekarang ritme kerjanya mostly mulai keluar jam 10an urusan sama kerjaan dia dan jam 1 biasanya udah balik rumah lagi.

 Asik ya..semakin banyak waktu bareng di rumah hehe. Mau ngemol atau main ke mana juga ga perlu nunggu wiken. Soalnya aku juga ngajarnya di hari hari tertentu aja ga full senin-sabtu 8-17.
Intinya kami sangat menikmati suasana seperti ini. Kalau nanti sewaktu-waktu suami sering ke luar kota (misalnya) ya gpp, yang penting waktu bisa diatur sendiri, intinya ga tergantung kalo kaya kerja  ikut orang. 

Tadinya aku sempat kepikiran yang gimana-gimana. Tau sendiri kan kalo kerja sendiri itu ya semua tergantung di tangan kita naik turunnya, kalo di kantoran kan stabil tiap bulan ada gaji yang dijagain, zona nyaman lah pokoknya. Tapi Insya Allah kami sedang merintis zona nyaman yang lain yang lebih baik, yang memungkinkan sering kumpul keluarga. Semoga ikhtiar suami senantiasa dipermudah oleh Allah, sehat terus, dan semakin banyak rejeki yang berkah menanungi keluarga kami. Aamiin.
 
*si ayah sekarang rajin beberes rumah, dibagusin ini lah itu lah yang mana jarang dikerjain pas dulu kerja, karena pulang kerja udah capek duluan, wiken juga buat pergi main*

Beginilah kira-kira gambaran suami sekarang ini, kerja di rumah sambil koloran hahaha



Source gambar dari sini 

Sunday, January 12, 2014

Back to Malang




Alhamdulillah setelah menanti sebulanan lebih akhirnya lolos Tes Kemampuan Dasar, yang mana berarti harus balik lagi ke Malang buat TKB (Tes kemampuan Bidang) CPNS Dosen di UM. Cerita tes pertama ples jalan-jalannya ada di sini. Sebenarnya ada yang agak bikin kalang kabut selama pengumuman dan sesudahnya. Jadi jarak antara pengumuman nama-nama yang lolos TKD dengan jadwal tes TKB itu lamaaa bener nunggunya.

Aku sempet mengira apa mungkin tesnya bakal tahun depan setelah tahun baru. Dari rencana di webnya sih serentak tes TKB itu awal desember. Tapi ditunggu lama sampai tengah Desember belum ada tanda-tanda kapan jadwal tes berikutnya akan keluar.

Takutnya kalau tes mendekati libur Natal kan rempong cyin. Mana barengan sama libur semesteran anak sekolah juga kan? Bisa dipastikan cari tiket dan penginapan pasti susah. Kalopun dapet pasti mahal, peak season kan?
Dan ternyata kekhawatiran itu terbukti, tes dilaksanakan tanggal 23-24 Desember (Senin-Selasa) sementara pengumuman baru kamis malam keluar. Mepet banget kaan?
Buat peserta yang domisili di Malang mungkin ga masalah ya, mau besok langsung tes juga ayok aja, nah kita dari luar kota gimana ga panic buru-buru nyari transportasi akomodasi.

Yang makin bikin bingung adalah Si Santi belom pengumuman juga yang mana aku harus ke Malang sendiri, hiks. Berani sih tapi ga enak aja di kota orang sendirian aja. Mana suami agak keberatan aku berangkat sendiri.

Oke, coba hunting kereta Semarang Malang ternyata udh sold out, pulangnya juga habis. Alternatif lain ya bis atau travel. Tapiiii…aku ga mungkin naik bis atau travel sendiri, aku kan mabok darat, kalo ga ada yang nemenin bahaya hehehe.

Lagian kalo naik bis, 10 jam-an, sampe Malang keburu capek ga konsen belajar. Duuuh males banget rasanya, kayak udah ga semangat. AKhirnya suami ikut nemenin, mau naik air asia ke Juanda lanjut naik travel ke Malang kayak ke Malang tes yang pertama kemarin.

Suami agak berat harus ijin 2 hari, namun ada scenario lain, kebetulan suami rasan-rasan emang mau resign, jadinya di pas-in nemenin aku ke Malang, skalian liburan lagi katanya hehe, kan ajak Hafizh juga.
Soal hotel, ternyata suami beruntung dapet info hotel baru dari tourtravel langganan. Hotel Everyday Smart. Bener-bener baru karena baru opening pertengahan November, pantesan pas tes pertama kemarin pas kita nyari di Agoda belum ada.

AKhirnya…berangkat kitaaa…oiya Santi akhirnya dapet jadwal malah lebih duluan dan pengumumannyapun sangat mepet, akhirnya aku kasi tau nginep di ESH juga krn dia buking dimana-mana susah (nah kan peak season gini emang ngerepotin banget, panitianya gimana nih…aku yakin banyak peserta kecewa dengan jadwal yang mepet liburan gini)

Akhirnya Minggu (22 des) berangkat ke Malang, via Juanda. Sampe hotel hepi banget karena hotel yang lagi promo ini nyaman banget, lokasinya juga deket kampus UB dan UM, deket kawasan wiskul Soekarno Hatta. Ternyata ini hotel ada di dalam apartemen Soekarno Hatta, mulai lantai 7 sampai lanta 11. Makanya supir travel juga rada ga ngeh dengan lokasi hotel ini. Taunya ya apartemen Soekarno Hatta aja.

Oiya sebelum sampai di Hotel begitu nyampe Malang langsung meluncur ke Bakso Cak Man, udah laper banget soalnya. Sebenernya pas di Pasuruan nglewatin penyetan Bu Kris cuma kayaknya kok penuhnya minta ampun jadi batal makan di situ. Bakso Cak Man juga udah agak-agak ga kumplit varian baksonya, kita nyampe situ jam 8nan malem.

Rate hotel ini (kita ambil yang superior) 380rban per malam. Meski murah tapi oke banget interiornya. Wifi kenceng. TV kabel kumplit salurannya. Ples dapat breakfast, mantep kaann?


Kebetulan senin itu dapet tes pagi (jam 8) tapi jam 7 harus sudah sampai lokasi. Usut punya usut waloupun lokasinya ga terlalu jauh dengan hotel, letak UM ini agak riweuh karena ga ada angkot yang lewat depan sana. Kalo ke UB emang tinggal jalan karena pintu belakang UB ini seberangnya hotel persis. Naaah permasalahannya, si UM ini letaknya di depan UB yang mana kalo mau ke UM jalan kaki bisa aja lewat jalan tembus UB, tapi UB itu kan luasnya amit-amit gedenya, jadi kaki bakal gempor jugak. Mana ga ada ojek lagi, alternative terakhir ya naik taksi, padahal naksi katanya 5 menit sampai, rugi dong, soalnya tariff minimal itu 30rb, maakkkk!!

Ya gpp deh kalo emang harus naik taksi, daripada bingung kan? Lagi di depan hotel mau telpon taksi eh ada becak lewat. Naahh! Knapa ga naik becak aja? Akhirnya ya naik becak, dan daripada besoknya bingung (buat tes hari ke dua) akhirnya si bapak becak aku booking hehehe.

View jalan di Malang, kecuali yang kanan bawah, semua diambil pas naik becak hahaha. Bok, kampus UB (Brawijaya) itu luasnya amit-amit. Undip ga ada apa-apanya deh. Kampus UM juga ga kalah luasnya.


Tes hari itu berlangsung sampai jam 5 sore. Hujan deras, mana bingung pulangnya. Sebelum pulang mampir MATOS dulu buat beli makan daripada tar keluar-keluar, sekalian capek gitu. Dan teryata nyari taksi di saat hujan itu memang susahnya ampun. Angkot juga ga lewat depan hotel pula. Sempet ada tukang parker yang nawarin ojek tapi dengan harga yang ga reasonable banget, udah gt orangnya berangasan, aku ga maul ah.
Akhirnya di tengah hujan (sambil payungan) aku termenung..halah. Maksudnya diem sejenak memutuskan apa yang bakal aku pakai buat kembali ke hotel, satu-satunya ya taksi. Tapi susah banget dapetnya. 

Daann…akhirnya sampe hotel dengan selamat. Gimana ceritanya? Naik Ojek!!! Hahaha…
Pokoknya yang penting selamat sampai tujuan, aku rasa mas-mas ojek tadi adalah malaikat yang dikirim Allah hehe lebay ya. Pokoknya di saat ga tau mau naik apaan ujug2 datang bantuan.

Hari kedua tes Cuma sampai jam 10an, akhirnya ada kesempatan buat ngemol sama Hafizh, kasian dia dari kemarin Cuma ngendon di hotelaja. Si ayah ga mau disuruh keluar sendiri, nunggu aku aja katanya.
Di Matos kita maksi..wihh karena tempat baru jadi sukaa banget makan di fudkodnya, menunya pilih yang di SMG ga ada dong, diantaranya cwimie malang, enakkkk…dilanjutin ajak main Hafizh di playground .

Malemnya kita cari makan di sekitar Jl Soekarno Hatta. Kita sengaja jalan kaki demi menikmati malam di sana. Ternyata capek juga. Akhirnya terdampar deh di resto Ikan Bakar Pangeran Muda. Jadi di sini restonya guedayy banget dan nampak berkelas serta mahal. Tapi ternyata, harganya ga se wow penampilan restonya alias murah, apalagi kita dikasi diskon malam itu.

Kita pesen patin goreng tepung bumbu pedes sama cumi, itu porsinya buanyak sampai kekenyangan kita, ples nasi, minuman, sambel-lalapan, dan suami pesen apa lagi gitu (lupa). Total kerusakan cuma 80rb aja (patinya porsi gede. Kepiting aku liat haragnya cuma 25rban, yang mana malam itu dah habis padahal kita pengen banget pesen kepiting ini). Smenetara Hafizh ga makan karena keburu ketiduran dan dia udah kekenyangan makan okonomiyaki beli di sepanjang jalan Soehat itu.

 Sebelum makan di Pangeran Muda, nemu yang jualan okonmiyaki. Bapak-bapak yang masak ni keren, pakaiannya lengkap deh Jepang banget hehe, okonomiyakinya juga enaakk. Foto kanan bawah foto ala anak skolahan, bawa-bawa ransel hihihi.


 Hafizh di Malang sampai mau pulang gandengan sama Tante Santi mulu, emaknya kadang agak-agak dicuekin haha...


Esoknya pulang deh, naik Sriwijaya, sementara Santi udah booking air asia (walo waktunya beda dikit) tetep duluan si Santi.

Yaah semoga usaha (usaha disambi dolan liburan) ini ga sia-sia. Walopun sempet kecewa karena proses rekruitmen yang membingungkan. Intinya, panitia tidak memberikan keterangan sejelas-jelasnya soal materi yang akan diujikan, pokoknya sempet mangkel deh huhu…aku kan anak linguistic, ternyata soalnya semua literature…beda banget laahh…hiks.
Untung selama di Malang banyak hal nyenengin, hotelnya, kulinernya hihihi….oiya dan ga lupa, teman baru yang asik bin seru..walo cuma 2 hari ketemu kita langsung bisa haha hihi dengan akrabnya.

Diantara kami bertujuh, siapakah yang beruntung ketrima? hehehe...
oiya, ternyata si mas paling kiri (baju marun) adalah adeknya novelis terkenal habiburrahman el shirazy hihihi *penting*