Pages

Thursday, February 27, 2014

Melek Financial



picture from here


Sudah lama sebenernya mantengin blog-blog para emak yang membahas soal finansial (terutama investasi). Tapi seperti pepatah berbunyi "before invest your money, invest your time first" maksudnya kita kudu belajar dulu sebelum terjun investasi. Akhirnya rajin mantengin blog-blog yang bahas financial dan ngikutin thread2 di forum macem kaskus atau mommies daily tentang financial.


Naah di sini akunya belajarnya kelamaan haha alias uangnya bablas melulu ga jadi-jadi nabung/investasinya. Makanya mulai tahun 2014 ini sangat-sangat diniatkan untuk serius menyiapkan dana pendidikan, dana pensiun dan lain-lain.

Emang, udah banyak duit sekarang mau investasi segala? Ehh...sekarang mau investasi ga kudu jadi jutawan dulu ya, tau reksadana kan? Mulai 100rb aja kita udah bisa investasi di reksadana. Aku rasa sudah banyak banget blog membahas soal reksadana, silakan googling :)

Jadi rencananya (eh sudah dilakukan ding) kami mulai menyiapkan dana pendidikan dan dana pensiun. Sebenarnya agak telat sih baru "sadar" sekarang, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?

Jadi, mulailah kami melihat kondisi finansial kami. Oiya, sebelum mulai berinvestasi ada baiknya kita punya asuransi untuk proteksi. Tapi asuransi mana yang perlu kita ambil, kebetulan lumayan banyak baca (semoga ngga "too much information will kill you") hehe. Yang penting sih asuransi kesehatan dan asuransi jiwa (keduanya asuransi murni, bukan unit link). Trus asuransi pendidikan? Kata financial planner sih not recomended. Karena kurang maksimal. 

Soal asuransi kesehatan, kebetulan kita sudah ikut asuransi dari salah satu perus. Asuransi buat keluarga, premi dibayar pertahun. Karena asuransi murni jadi preminya juga ga setinggi kalo asuransi kesehatan yang unitlink itu.

Untuk dana pendidikan, tadinya mau ikut asuransi pendidikan+kesehatan buat anak (unit link) tapi ga jadi setelah banyak membaca dan ternyata tidak recommended. Kenapa alasannya, duh panjang. Intinya, kurang maksimal gitu lah. Eh udah dibahas ya di atas hehe.

Kebetulan dana pendidikan Hafizh sudah aku ikutkan Tapenas BNI (ini sebenernya juga ga maksimal karena momok inflasi. Dana pendidikan naik 12 persen per tahunnya, sementara tapenas bunga tiap tahun hanya 4 persen. Intinya kalo kita memprediksi tabungan di tahun ke sekian 10 juta, apakah uang 10 juta itu cukup untuk biaya masuk sekolah beberapa tahun lagi? Sekali lagi momok inflasi itu mengerikan. Lalu kenapa ikut Tapenas ini? Ya soalnya kemarin-kemarin belum terlalu paham. Biarin deh di situ aja ga usah diutik-utik, lagian pencairannya kan gampang.

Lha trus pake apa dong, menurut rekomendasi para Finplan yang bisa mengimbangi adalah reksadana. Untuk bisa berinvestasi reksadana saya membeli lewat Commonwealth Bank, di bank ini kita bisa beli banyak jenis RD sesuai profil resiko, bisa sekaligus beli atau autoinvest tiap bulan. 

Karena masih nubie, saya memilih untuk membeli RD campuran (karena RD jenis saham biasanya dipakai untuk yang profil resikonya paling tinggi). 

Untuk mengetahui profil resiko, kita disodorin semacam kuisioner yang hasilnya menunjukkan profil resiko kita (apakah moderat atau konservativ).

Kebetulan hasil kuesioner saya memungkinkan untuk membeli RD saham, tapi saya pengen RD campuran lebih dahulu.

Saya memilih autoinvest, jadi setiap bulan combank akan mendebet otomatis sekian rupiah uang kita. Saya rasa cara ini lebih baik karena membiasakan kita disiplin berinvestasi. Ga kebobolan melulu hehe.

Oke, RD sudah terlaksana. Tinggal kita lihat perkembangannya, pengennya nambah beli RD lagi (yang saham). Autoinvest dikit-dikit ga masalah, toh kita makainya juga jangka panjang.

Selain RD dianjurkan investasi lain semisal LM. Tapi belum sampai ke sana, baru rencana hehe. Oiya kenapa kesannya maruk punya di sini, di sana, karena kata pepatah "don't put your eggs in one basket". Jadi kita punya cadangan ga di satu tempat saja, just in case kenapa-kenapa. Jiaah ngomongnya kaya yang duit tajir aja ya hehehe.

Selain itu pengen punya asuransi jiwa murni juga buat si ayah, ini juga belum. Penting, kenapa? Karena di ayah penanggung nafkah utama, waloupun saya juga kerja. Duh masih banyak PR-nya hehe. Pelan-pelan dulu deh. Yang penting pengetahuan soal financial plan yang sehat dikit-dikit udah tahu. Jadi sekarang bisa milih-milih mana yang pas buat dana pendidikan, kesehatan, pensiun, dll. Melek financial dikit lah hehe...

Semoga lancar segalanya, bisa memberikan pendidikan yang terbaik buat Hafizh (dan mungkin adiknya nanti). Bisa nabung buat cita-cita kita, naik haji, pensiun dengan nyaman. Aamiin.

PR buat ayah dan ibunya. Kerja lebih keras lagi :) *brb nanem pohon duit* hehe.

Tuesday, February 25, 2014

Semester Ini

Liburan tlah usaaaiii...liburan semester yang sebulanan itu sudah berakhir, semester baru segera dimulai, malah ada yang sudah mulai. Kembali berkutat dengan textbook, tugas mahasiswa, slide-slide buat mengajar, upload materi buat ngajar di blog dan lain sebagainya.

Semester ini Alhamdulillah dikasi kesempatan mengajar selain di tempat yang biasanya. Letaknya agak jauh tapi kampusnya asyik. Luas dan rindang. Kalo di kampus sebelumnya kan di tengah kota, di pinggir jalan dekat pemukiman jadi ga ada taman-taman atau pohon peneduh gitu, enaknya sih kalo mau kabur ke mol/toko buku habis ngajar deket banget hehe.

Kalau di kampus yang baru ini agak ke pinggir dan sering kena banjir (akses ke sananya) kalo pas musim hujan, tapi tempatnya lebih luas, rindang, dan adeeemmmm. Tempat duduk-duduk di outdoor gitu banyak dan colokan di mana-mana hihihi (maklum, penggila colokan laptop smenjak laptop batrenya mati). Yang rumahnya Semarang pasti deh tau kampus manakah ini hehe.

Dan semester ini dapet mata kuliah yang semuanya teori, ESP (English for Special Purposes) dan Sociolinguistics. Aheeyy akhirnya dapet juga mata kuliah Linguistik, selama ini dapetnya selalu kalo ga skill, ya teori-teori pengajaran, atau Business Correspondence, eh sama Secretaryship. Duuuhh hidupku penuh teori ahahaha. Padahal kalo ngajar teori ini potensi ndremimil tak berkesudahan di kelas amatlah besar hihihi. Gapapa, tapi aku suka (ya suka lah wong emang kerjaannya hehe)


Kebetulan di kampus rindang bin teduh sudah dimulai semester genapnya, jadi sudah ada 2 kali pertemuan mata kuliah Sociolinguistics. Ini mata kuliah favorit aku banget pas S2 kemarin, jadi pas dapet ini rasanya hepiii banget (dibanding Fonologi *uhuk*). Karena mata kuliah ini (Sociolinguistics) ini menurutku sangat menarik. Kajian bahasa dikaitkan dengan society. Menarik.

Saya menangkap kesan pertama pas ngajar anak-anak, eh adik-adik mahasiswa bakalan bosen. Sudah maklum kalau mata kuliah teori itu mbosenin dan bikin ngantuk. Tapi saya ngga pengen dong mereka bosen atau ngantuk atau ngbrol sendiri. Jadi dari awal saya sudah mengumandangkan asiknya Sociolinguistics ini. Mereka bisa menemukan fenomena-fenomena kebahasaan disekitar mereka yang tanpa mereka sadari itu merupakan fenomena Sociolinguistics.

Kemarin sih diskusi dikit-dikit tentang contoh-contoh fenomena itu, dan asiknya mereka sangat antusias. Dimulai dengan celetukan salah satu mahasiswa yang memberikan contoh bahasa-bahasa alay macam kepo, keles, cucok, sampai cabe-cabean. Hadooohh...gpp sih memang kenyataanya itu fenomena kebahasaan yang terjadi hehe.

Dan akhirnya saling memberikan contoh-contoh fenomena dan kadang tertawa bareng. Paling enggak ke depannya (10 pertemuan lagi ) mereka ga akan bosen karena yang dibahas ternyata hal-hal menarik tentang fenomena kebahasaan. Jaman socmed gini pastilah banyak bahasa-bahasa baru yang tercipta.

Pengennya sih mereka tertarik ambil ranah sociolinguistics ini buat skripsi mereka, konon katanya di kampus ini kebanyakan mereka masih berkutat pada skripsi sastra/pengajaran aja. Yang bener-bener mengangkat linguistik belum ada.  Jadi di sini linguistik hanya semacam mata kuliah pengayaan aja.

Dan mudah-mudahan mereka manis-manis ga suka bolos dan rajin ngumpulin tugas ples paham tentang mata kuliah ini, sukur-sukur tertarik mendalami lebih jauh. 


Saturday, February 22, 2014

Balada Poster Caleg




Enaknya ijo-ijo pemandangan diganggu sama penunggu pohon itu, hihihi....


Tahun 2014 adalah tahun pesta demokrasi di negara kita. Di bulan April nanti mulailah pemilihan calon legislatif. Pasti semua sepakat kalau jalan raya akhir-akhir ini lebih "meriah" dengan adanya poster-poster wajah para calon anggota dewan yang terhormat.

Mereka memang butuh dikenal, dihafalkan wajahnya dan nomer urutnya oleh masyarakat, dan cara yang ditempuh adalah dengan memasang poster berbagai ukuran di sepanjang jalan raya, kampung, dan tempat-tempat umum lainnya.

Lama-kelamaan bisa dilihat kalau poster-poster ini mulai menimbulkan polusi penglihatan. Gimana enggak? Setiap pohon pasti ada gambar caleg, di baliho, di tembok-tembok, di warung-warung, lama-lama jadi (maaf) eneg ga sih.

Kalo saya (kalau saya lho ya) semakin hafal dengan muka caleg semakin eneg saya dan kayaknya ga bakal milih dia. Maafkan saya. Tapi tidak adakah cara yang lebih "cerdas" untuk berkampanye selain tebar muka di mana-mana. Apalagi yang kelihatannya caleg berduit masang posternya ga tanggung-tanggung, di jalan protokol dimana posternya itu gedaaayyy sangat. Atau yang kasus kemarin, menyelipkan fotonya di tiket nonton sepakbola eksibisi U-19, alesannya sih karena dese pengurus baru klub atau apalah di kota saya. Masih deselidiki tuh sama panwaslu.

Sebenarnya, ada regulasinya ngga sih buat pemasangan poster ini? Mosok yao di manapun sejauh mata memandang isinya poster caleg melulu. Harusnya ada ya, kalau ga ada, harus diadain. Lah sape gue? :p

Tambah eneg liat poster yang gedenya segede gaban di jalan protokol (pastinya bayarnya mahal), walopun itu caleg muda kek, ganteng kek...tetep aja ilfil. Apakah ini indikasi saya akan golput? Ngga tau juga. Berharapnya, besarnya poster itu sebanding dengan besarnya kontribusi mereka nantinya. Semakin banyak posternya berbanding lurus dengan semakin banyak kontribusi yang ia berikan untuk rakyat. Tapi saya kayaknya mimpi..duuhh pesimis amat yak kesannya.

Kebetulan di kampung ibu saya yang tadinya jalan masuk dari jalan biasa, sekarang diaspal muluuuusss banget. Katanya sih ini sumbangan dr caleg partai anu. Dan memang benar, poster caleg ini terpampang nyata dengan gedenya di jalanan masuk kampung.

Sempet mikir: wah tar kampung bakal dibagusin nih, pilih dia aja. Suami nyeletuk: ya justru jangan, karena pengaspalan itu biayanya ga sedikit, nanti kalau sudah kepilih pasti mikir gimana balik modal. (Inget kan dulu ada caleg di Sulawesi nyumbang karpet mesjid begitu dia ga kepilih, eh diambilin lagi tuh karpet, et dah). Oke, suami saya rada suudzon. Memang. 


Sebenarnya ini masih mending, jaid kita diminta milih secara halus dengan diiming-imingi "ini lhoo jalannya udah saya bagusin", di tempat Santi malah baru dijanjiin. Kalo nanti milih dia jalanan di tempat perumahan santi tinggal bakal diperbaiki. Fyi, rumah Santi ada di daerah langganan banjir yang mana banjir tahunan itu sudah dianggap biasa (oleh pemkot, bukan oleh warga) dan tidak ada tindak lanjut gimanaaa gitu buat menanganinya. Yaah...minimal dibenerin dulu jadi sudah ada bukti kalau dia menaruh perhatian pada daerahnya hehe.

Tapi, jaman kayak gini, siapa sih yang ga curigation. Secara tiap hari beritanya politisi anu, pejabat ini, ditangkepin KPK gara-gara terlibat setan korupsi. Ga salah kan? Kan? Kan? Eneg bin pusing deh liat berita-berita para koruptor itu. Salah saya sih kenapa mau lihat berita negatif mulu, harusnya matiin tipi, beres.
 

Oke, jadi apa mesej dari postingan ini? Ga ada sih, bikin tema ini aja sebenernya males (males tapi ngetik panjang amat). Cuma sekedar memaknai fenomena di sekitar kita.

So, sudah adakah wajah caleg yang nyantel di pikiran anda semua (baik untuk anda pilih, maupun untuk ada remove dari daftar pilihan)? Hahaha.


Tuesday, February 18, 2014

5th Wedding Anniversary



5 tahun dibilang sebentar juga lumayan lama, dibilang lama juga masih sebentar. Yang jelas selama 5 tahun ini belajar penyesuaian diri masing-masing masih terus berlangsung. Mungkin bukan menyesuaikan diri kali ya, lebih ke pemakluman. Karena kita memang dua individu yang berbeda dan punya sifat yang kadang bertolak belakang.

Soal berantem. Widih ya pernah lah (mosok enggak? Hehe). Dan berantemnya itu kadang (saya) kepikirannya jauuuuhhh banget (saking sakit hatinya) dan setelah ada moment kita berdamai, suka ngerasa “ih lebay amat ya saya berantem gt aja udah mikir yang enggak-enggak’.

Soal cemburu, ehmm…kayaknya berantem kita selama ini lebih ke sifat, salah paham, pokoknya yang berkaitan dengan personal yang memang kurang sepaham terhadap suatu masalah. Kalau berantem karena cemburu kok kayaknya ga pernah ya hihihi.

Apa karena kita percaya satu sama lain 100persen? Ga boleh juga ya, percaya boleh, waspada teteup. Atau karena kita memang orangnya sama-sama ga romantic? Emm ada hubungannya ga sih? Kalo soal ngga romantis memang suami saya orangnya ga romantis.

Sesekali doong pengen masakan kita dipuji, kalau ada feedback gitu kan rasanya seneng masak dan bakal terus masakin. Tapi, pujian ga pernah keluar *lesu* tapi masakan selalu dihabisin.

Pernah iseng nanya, “masakannya enak ga?” dijawabnya sih “enak”. Coba tanya lagi “kenapa jarang muji masakan?” Jawabnya sih (dengan tetep lempeng) “kalo masakan aku habisin berarti kan enak, apalagi kalo sampe nambah-nambah”. Oke deh kakakkkk…emang susah bermanis-manis ria si suami ini.

Yang paling bĂȘte kadang pas iseng BBM udah ngetik panjang-panjang, jawabannya Cuma “Ya” atau “Ok”. Yaelah brooo…hihihi.

Itu pandangan saya terhadap suami yang menurut saya terlalu lempeng dan ga romantis. Tapi pasti adalah sifat-sifat yang membuat saya bangga, bahagia, berada di dekatnya yang ngga perlu saya tulis di sini. Hahaha. Curang ya, giliran yang ga disukai ditulis, yang bagus-bagus ga ditulis.

By the way, pastilah ada sifat saya yang ga dia sukai. Pasti ada. Dan saya bisa menebak salah satunya (dari sekian banyak sifat jelek saya); galak! Dan saya sadar itu, galaknya lebih ke cerewet-cerewet ala emak-emak gitu lah


Lima tahun sudah lumayan banyak tahu karakter masing-masing dan bagaimana menghandle segala sesuatu yang terjadi. Semoga kami diberikan kekuatan untuk terus menjaga pernikahan ini sampai akhir nanti.

"This marriage stuff can be hard. But it is so worth it. Can’t wait to see what the next five bring".
(5th  wedding anniversary, February 14, 2009-February 14, 2014)

Saturday, February 8, 2014

Perdana Bikin Apple Pie



Yuhuuuii...my first Apple Pie..
Akhirnya ngrasain juga yang namanya Apple Pie
Ih udik ah... (biarin) hehe..

Tadinya ga sengaja lihat apel malang di supermarket pas belanja bulanan, langsung deh kepikiran nih apple pie. Udah punya resepnya, udah donlot segala channel yutub yang ada resep apple pie dari yang paling ribet sampai yang paling praktis (kata judulnya) akhirnya dieksekusi hari Kamis kemarin.

Lumayan sukses dan enak. Enak sih tapi saya ngga tau enakan mana dengan apple pie yang dijual di luar sana, wong belum pernah beli. Lagian di Semarang kayaknya ga ada yang jual apple pie. Apa dibisnisin aja ya hahaha otak dagang beraksi. Baru juga bikin pertama udah kegayaan hehe.

Nih penampakannya, lumayan lah buat pemula (membesarkan hati sendiri)



Adonan apelnya kurang penuh (apelnya diembat ayah hehe) jadinya agak njeglong permukaannya. Trus anyaman di atas itu harusnya keluar masuk gt yaa (inget kan pelajaran menganyam jaman SD) tapi sayanya males, ga telatin, langsung tumpuk begitu aja hahaha ga bakat craft kayaknya.

Ya sutralah, yang penting rasanya endang bambang....cocok buat cemilan di kala hujan melanda *halah*

Untuk resepnya silakan mampir ke blog saya satunya ini.


Thursday, February 6, 2014

Oleh-oleh Baru dari Surabaya


Sekitar semingguan yang lalu si ayah ada kerjaan yang mengharuskan ke Kupang. Biasa lah setelah hampir saatnya pulang yang di rumah (baca: istri tercinta) nodong oleh-oleh. Dibelikanlah oleh-oleh, tapi hanya souvenir macam kaos-kaosan, tas, hiasan sasando yang tentu saja ga bisa dimakan.

Kata si ayah, mending aku beliin oleh-oleh di Surabaya aja. Di Kupang ada sih makanan khas tapi dia bilang dia ga terlalu pengen...duh ga tau kenapa..males repot kali ya hehe.

Dan akhirnya pas transit di Surabaya dibelikannlah oleh-oleh yang bisa dimakan. Surabaya gitu looh pasti banyak jajanan enak. Kebetulan Santi pas pasang DP BBM almond cheese crisps. Pas dulu ke Malang dan mampir di Surabaya sempet lihat oleh-oleh ini tapi ga ngeh...ya ga beli. Sekarang pengen. Request itu lah akhirnya, ples rengginang lorjuk.

Si Ayah ini males ke ke toko oleh-olehnya langsung, jadinya belinya cuma di bandara Juanda aja..yaahh mahal kan...lawes nginepnya di Ibis Juanda dan udah males kemana-mana.

Ternyata enak ya si almond crisps ini...dan katanya lagi jadi oleh-oleh hits dari Surabaya. Orang bisa beli sampai 20 dus sekali mampir, wooww...

Kemarin beli yang varian almond cheese crisps dan cookies oatmeal coklat kismis. Enak smua. Tapi yang hist memang si crisp itu. Banyak mereknya dan kemarin kebetulan beli yang Imei..sementara setelah brosing yang terkenal merk Olino's.

Pengen deh beli lagi, online gitu. Enak banget sih...nagih hehe.

 Ini yang dibeli si ayah. Yang kaleng coklat cookies oatmeal ada kismis dan chocochips, enak juga


Tipiiisss banget, gimana cara bikinnya ya hehe...

 Ini merk lain (yang Santi beli)


Ini merk Olino's, menurut info yang aku baca sih yang paling laris.


Monday, February 3, 2014

Balita yang (kadang) Sok Tua

Umur Hafizh udah 4 tahun Desember kemarin, dan melihat cara dia berkomunikasi, begitu cerewetnya dia saat ini dulu sungguh sangat membanggakan buat emaknya ini. Karena dulu semasa teman-teman sebayanya udah pada ngomong banyak (lupa umur berapa) Hafizh belum terlalu banyak bicara. Sempet minder juga melihat anakku kok belum bisa kaya anak lain ya (emak kompetitip haha), tapi tiap anak emang beda ya, ada yang jalan dulu baru bicara, ada yang lancar bicara dulu baru jalan. Kalo Hafizh? Bicara juga ga terlalu dini bisanya, jalan juga baru setahun lebih baru bisa jalan.

Tapi sekarang wooow omongannya merepetttt ga brenti brenti, walo kadang masih cadel tapi kata-kata yang keluar kadang membuat emak dan orang dewasa sekitarnya kadang amazed. Soal stimulasi, ya sebagai emak saya juga memberikan stimulasi yang sewajarnya, ga yang mendrill dia harus begini begitu. Dan salah satu yang banyak menambah perbendaharaan kosakata dia ya sering-sering beliin buku cerita trus dibacain, sering diperlihatkan dvd edukasi yang berbahasa Indonesia kaya DVD anak muslim (Syamil dan Dodo) dan kebetulan dia suka Disney Junior (yang menurut saya banyak menambah kosa kata bahasa Indonesia bakunya).

Kenapa baku? Karena rata-rata yang di Disney Jr itu kan dubbernya pakai bahasa baku jadi ya gitu deh, kadang jadi kaya telenovela juga deh ngbrol sama Hafizh. Seperti kalimat Aku tak sengaja, itu sungguh menakutkan, ini bagaimana caranya, dan lain sebagainya haha...

Dan diantara celotehan-celotehan dia sering banget kita dibikin geli dan jleb-jleb karena dia kadang sok tua banget. Diantaranya seperti di bawah ini:

1. Situasi: Waktu itu kita pamit sama eyang kakungnya Hafizh. 

Hafizh: Kung, Hafizh pulang dulu yaa
Kakung: Lhoo...kok pulang, ntar kakung sama siapa?
H  : Besok Hafizh kesini lagi kok kung, yaa? (sok tua #1) - dengan logat seperti dia lagi ngomong sama anak yg lebih kecil

K: Jangan pulang ya di sini saja sama kakung

H: Nanti kakung aku kasih pedang wis, yaa? (sok tua #2)

Spontan ngakak, dia mencoba "membesarkan hati eyangkung dengan memberikan pedang dan janji besok datang lagi.

2. Situasi : si emak lagi bad mood super lah pokoknya. Sementara si Hafizh terus-terusan minta ini itu. Kayaknya dia tahu dan spontan nyeletuk:

H: Ibuk jangan marah-marah, nanti dimarahin Alloh... #jlebbbbb

3. Situasi : Eyangti barusan pulang dari pengajian, waktu itu hujan. Sampai di rumah Hafizh langsung tanya:

H: Yangti tadi kehujanan nggak? Bawa payung nggak *so sweet*

4. Situasi: di sekolahnya kebetulan ada anak yang menjatuhkan makanan ringan. Hafizh bantuin mungutin makanan dan berkata:

"Makanya hati-hati, bawanya begini, jangan miring" (anakku sok tua bangetttt)

5. Cerita kelima ini bukan soal sok tua, tapi hal yang bikin kita yang denger ketawa juga

Situasi: Hafizh melihat adik sepupunya diganti popok dan dia kaget ples serta merta nyeletuk

H: lho adik tititnya kok dipotong, punyaku kok panjang 

Ada satu lagi cerita yang sebenarnya malu buat diceritain hehe. Hafizh kadang suka marah dan kalau sudah marah karena suatu hal dia kaya ngambek dan memalingkan muka sambil berkata "Huh, ibuk nakal, aku marah!" (ala sinetron) dan kejadian kaya gini sering banget.

Kadang emaknya jengkel juga dengan sikap ngambeknya ini. Kemarin spontan nyeletuk seperti ini (emaknya)

"Hafizh ga boleh dikit-dikit marah gt dong (iya saya masih susah menghindari kata "jangan" buat anak)...nanti kalo Hafizh marah terus nanti dimarahi ibu mau???"

Sesaat setelah mengeluarkan statement itu saya jadi mikir, laah ini gimana sih malah saya ngancam anak, ga bolehin anak marah tapi kok dia saya ancam akan saya marahin, bukan justru ngasi contoh supaya ga marah wkwkwkkwk *malu*

Jadi orang tua memang ga ada sekolahnya, terus dan terus belajar sepanjang hidup.