Home

Saturday, February 22, 2014

Balada Poster Caleg




Enaknya ijo-ijo pemandangan diganggu sama penunggu pohon itu, hihihi....


Tahun 2014 adalah tahun pesta demokrasi di negara kita. Di bulan April nanti mulailah pemilihan calon legislatif. Pasti semua sepakat kalau jalan raya akhir-akhir ini lebih "meriah" dengan adanya poster-poster wajah para calon anggota dewan yang terhormat.

Mereka memang butuh dikenal, dihafalkan wajahnya dan nomer urutnya oleh masyarakat, dan cara yang ditempuh adalah dengan memasang poster berbagai ukuran di sepanjang jalan raya, kampung, dan tempat-tempat umum lainnya.

Lama-kelamaan bisa dilihat kalau poster-poster ini mulai menimbulkan polusi penglihatan. Gimana enggak? Setiap pohon pasti ada gambar caleg, di baliho, di tembok-tembok, di warung-warung, lama-lama jadi (maaf) eneg ga sih.

Kalo saya (kalau saya lho ya) semakin hafal dengan muka caleg semakin eneg saya dan kayaknya ga bakal milih dia. Maafkan saya. Tapi tidak adakah cara yang lebih "cerdas" untuk berkampanye selain tebar muka di mana-mana. Apalagi yang kelihatannya caleg berduit masang posternya ga tanggung-tanggung, di jalan protokol dimana posternya itu gedaaayyy sangat. Atau yang kasus kemarin, menyelipkan fotonya di tiket nonton sepakbola eksibisi U-19, alesannya sih karena dese pengurus baru klub atau apalah di kota saya. Masih deselidiki tuh sama panwaslu.

Sebenarnya, ada regulasinya ngga sih buat pemasangan poster ini? Mosok yao di manapun sejauh mata memandang isinya poster caleg melulu. Harusnya ada ya, kalau ga ada, harus diadain. Lah sape gue? :p

Tambah eneg liat poster yang gedenya segede gaban di jalan protokol (pastinya bayarnya mahal), walopun itu caleg muda kek, ganteng kek...tetep aja ilfil. Apakah ini indikasi saya akan golput? Ngga tau juga. Berharapnya, besarnya poster itu sebanding dengan besarnya kontribusi mereka nantinya. Semakin banyak posternya berbanding lurus dengan semakin banyak kontribusi yang ia berikan untuk rakyat. Tapi saya kayaknya mimpi..duuhh pesimis amat yak kesannya.

Kebetulan di kampung ibu saya yang tadinya jalan masuk dari jalan biasa, sekarang diaspal muluuuusss banget. Katanya sih ini sumbangan dr caleg partai anu. Dan memang benar, poster caleg ini terpampang nyata dengan gedenya di jalanan masuk kampung.

Sempet mikir: wah tar kampung bakal dibagusin nih, pilih dia aja. Suami nyeletuk: ya justru jangan, karena pengaspalan itu biayanya ga sedikit, nanti kalau sudah kepilih pasti mikir gimana balik modal. (Inget kan dulu ada caleg di Sulawesi nyumbang karpet mesjid begitu dia ga kepilih, eh diambilin lagi tuh karpet, et dah). Oke, suami saya rada suudzon. Memang. 


Sebenarnya ini masih mending, jaid kita diminta milih secara halus dengan diiming-imingi "ini lhoo jalannya udah saya bagusin", di tempat Santi malah baru dijanjiin. Kalo nanti milih dia jalanan di tempat perumahan santi tinggal bakal diperbaiki. Fyi, rumah Santi ada di daerah langganan banjir yang mana banjir tahunan itu sudah dianggap biasa (oleh pemkot, bukan oleh warga) dan tidak ada tindak lanjut gimanaaa gitu buat menanganinya. Yaah...minimal dibenerin dulu jadi sudah ada bukti kalau dia menaruh perhatian pada daerahnya hehe.

Tapi, jaman kayak gini, siapa sih yang ga curigation. Secara tiap hari beritanya politisi anu, pejabat ini, ditangkepin KPK gara-gara terlibat setan korupsi. Ga salah kan? Kan? Kan? Eneg bin pusing deh liat berita-berita para koruptor itu. Salah saya sih kenapa mau lihat berita negatif mulu, harusnya matiin tipi, beres.
 

Oke, jadi apa mesej dari postingan ini? Ga ada sih, bikin tema ini aja sebenernya males (males tapi ngetik panjang amat). Cuma sekedar memaknai fenomena di sekitar kita.

So, sudah adakah wajah caleg yang nyantel di pikiran anda semua (baik untuk anda pilih, maupun untuk ada remove dari daftar pilihan)? Hahaha.


4 komentar:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

kemarin ini didepan rumahku ada bendera plus poster mbak, dipasnag di pohon. Aku pindahkan aja :)

sari said...

iya mb, paling nyebelin yang dipasang dipohon-pohon gitu..kasian pohonnya..merusak lingkungan hehe

Miftah Afina said...

Kita, sama. Ditambah caleg-caleg sekarang itu lebih mirip kayak biduan (mohon maaf), tapi masa pantes foto dia kayak foto profil facebook gitu. :nohope

sari said...

hehe iya...lama-lama polusi mata ya hehehe

There was an error in this gadget

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Our Beloved Hafizh