Home

Thursday, February 27, 2014

Melek Financial



picture from here


Sudah lama sebenernya mantengin blog-blog para emak yang membahas soal finansial (terutama investasi). Tapi seperti pepatah berbunyi "before invest your money, invest your time first" maksudnya kita kudu belajar dulu sebelum terjun investasi. Akhirnya rajin mantengin blog-blog yang bahas financial dan ngikutin thread2 di forum macem kaskus atau mommies daily tentang financial.


Naah di sini akunya belajarnya kelamaan haha alias uangnya bablas melulu ga jadi-jadi nabung/investasinya. Makanya mulai tahun 2014 ini sangat-sangat diniatkan untuk serius menyiapkan dana pendidikan, dana pensiun dan lain-lain.

Emang, udah banyak duit sekarang mau investasi segala? Ehh...sekarang mau investasi ga kudu jadi jutawan dulu ya, tau reksadana kan? Mulai 100rb aja kita udah bisa investasi di reksadana. Aku rasa sudah banyak banget blog membahas soal reksadana, silakan googling :)

Jadi rencananya (eh sudah dilakukan ding) kami mulai menyiapkan dana pendidikan dan dana pensiun. Sebenarnya agak telat sih baru "sadar" sekarang, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?

Jadi, mulailah kami melihat kondisi finansial kami. Oiya, sebelum mulai berinvestasi ada baiknya kita punya asuransi untuk proteksi. Tapi asuransi mana yang perlu kita ambil, kebetulan lumayan banyak baca (semoga ngga "too much information will kill you") hehe. Yang penting sih asuransi kesehatan dan asuransi jiwa (keduanya asuransi murni, bukan unit link). Trus asuransi pendidikan? Kata financial planner sih not recomended. Karena kurang maksimal. 

Soal asuransi kesehatan, kebetulan kita sudah ikut asuransi dari salah satu perus. Asuransi buat keluarga, premi dibayar pertahun. Karena asuransi murni jadi preminya juga ga setinggi kalo asuransi kesehatan yang unitlink itu.

Untuk dana pendidikan, tadinya mau ikut asuransi pendidikan+kesehatan buat anak (unit link) tapi ga jadi setelah banyak membaca dan ternyata tidak recommended. Kenapa alasannya, duh panjang. Intinya, kurang maksimal gitu lah. Eh udah dibahas ya di atas hehe.

Kebetulan dana pendidikan Hafizh sudah aku ikutkan Tapenas BNI (ini sebenernya juga ga maksimal karena momok inflasi. Dana pendidikan naik 12 persen per tahunnya, sementara tapenas bunga tiap tahun hanya 4 persen. Intinya kalo kita memprediksi tabungan di tahun ke sekian 10 juta, apakah uang 10 juta itu cukup untuk biaya masuk sekolah beberapa tahun lagi? Sekali lagi momok inflasi itu mengerikan. Lalu kenapa ikut Tapenas ini? Ya soalnya kemarin-kemarin belum terlalu paham. Biarin deh di situ aja ga usah diutik-utik, lagian pencairannya kan gampang.

Lha trus pake apa dong, menurut rekomendasi para Finplan yang bisa mengimbangi adalah reksadana. Untuk bisa berinvestasi reksadana saya membeli lewat Commonwealth Bank, di bank ini kita bisa beli banyak jenis RD sesuai profil resiko, bisa sekaligus beli atau autoinvest tiap bulan. 

Karena masih nubie, saya memilih untuk membeli RD campuran (karena RD jenis saham biasanya dipakai untuk yang profil resikonya paling tinggi). 

Untuk mengetahui profil resiko, kita disodorin semacam kuisioner yang hasilnya menunjukkan profil resiko kita (apakah moderat atau konservativ).

Kebetulan hasil kuesioner saya memungkinkan untuk membeli RD saham, tapi saya pengen RD campuran lebih dahulu.

Saya memilih autoinvest, jadi setiap bulan combank akan mendebet otomatis sekian rupiah uang kita. Saya rasa cara ini lebih baik karena membiasakan kita disiplin berinvestasi. Ga kebobolan melulu hehe.

Oke, RD sudah terlaksana. Tinggal kita lihat perkembangannya, pengennya nambah beli RD lagi (yang saham). Autoinvest dikit-dikit ga masalah, toh kita makainya juga jangka panjang.

Selain RD dianjurkan investasi lain semisal LM. Tapi belum sampai ke sana, baru rencana hehe. Oiya kenapa kesannya maruk punya di sini, di sana, karena kata pepatah "don't put your eggs in one basket". Jadi kita punya cadangan ga di satu tempat saja, just in case kenapa-kenapa. Jiaah ngomongnya kaya yang duit tajir aja ya hehehe.

Selain itu pengen punya asuransi jiwa murni juga buat si ayah, ini juga belum. Penting, kenapa? Karena di ayah penanggung nafkah utama, waloupun saya juga kerja. Duh masih banyak PR-nya hehe. Pelan-pelan dulu deh. Yang penting pengetahuan soal financial plan yang sehat dikit-dikit udah tahu. Jadi sekarang bisa milih-milih mana yang pas buat dana pendidikan, kesehatan, pensiun, dll. Melek financial dikit lah hehe...

Semoga lancar segalanya, bisa memberikan pendidikan yang terbaik buat Hafizh (dan mungkin adiknya nanti). Bisa nabung buat cita-cita kita, naik haji, pensiun dengan nyaman. Aamiin.

PR buat ayah dan ibunya. Kerja lebih keras lagi :) *brb nanem pohon duit* hehe.

4 komentar:

dian sigit solichedi said...

*curi poon duitnya*

ayooo semangat nabuung!

Lidya - Mama Cal-Vin said...

untuk RD aku belum pernah mbak

Icha said...

Biasanya nanti kalap beli RD yang lain tuh, secara di commbank banyak banget yah. He5. Smangattttttt invest...;-)

agenasuransisyariah.com said...

Salam kenal,

Saya M. Ibnu Setiawan. Saat ini saya merupakan agen asuransi Allianz. Senang sekali bisa baca artikel tentang perencanaan keuangan keluarga disini.

Sekedar ingin sharing pengalaman saya mengenai pencarian produk asuransi jiwa serta investasi. Background pekerjaan saya sebelum jadi agen adalah wiraswasta, usia saya waktu itu 30 tahun (thn 2014), sudah berkeluarga dengan 1 anak perempuan berusia 1 tahun. Saya sedang mencari info proteksi asuransi jiwa sebesar 1 Miliar, budget sekitar 300 ribu-an per bulan. Serta budget tabungan dana pendidikan putri saya senilai 500 ribu per bulan. Setelah ber-googling ria dan korespondensi lewat email, saya dapat 2 ilustrasi unit link dan 3 ilustrasi asuransi murni/termlife. Saya memutuskan untuk membandingkan produk asuransi murni saja setelah banyak baca artikel tentang pemisahan asuransi dan investasi. Selain itu akhirnya saya juga memutuskan untuk berinvestasi dinar emas melalui m-dinar. Dan saat ini sedang melirik investasi di reksadana syariah.

Tentang produk asuransi. saya ingin share perbandingan produk yang pernah saya lakukan. Terutama produk asuransi murni. Ilustrasi yang pertama yang saya dapat, produk syariah, premi 3 juta per tahun, tenor 15 tahun, gak bisa bayar bulanan. Kalo yang kedua, termlife konvensional, premi minimal 4 juta, tenor 20 tahun, dapet UP-nya lebih besar yaitu 1,33 M, ada garansi perpanjangan, tapi sama dengan yang pertama, gak bisa bayar bulanan. Trus yang ketiga termlife konvensional juga, preminya 3,6 juta per tahun, tenor 20 tahun, dan bisa bayar bulanan, tapi jadi lebih mahal sekitar 12%. Jadi bayarnya kalo bulanan jadi sekitar 336 ribu per bulan.

Karena saya pribadi pengen produk yang syariah. Masih berlanjutlah pencarian saya hingga akhirnya nemu produk unit link syariah dari Allianz. Beruntung saya ketemu dengan agen yang bagus, dibuatkanlah ilustrasi unit link syariah dari Allianz ini buat saya dengan premi minimal tapi proteksi maksimal. Dengan profil saya, UP 1 Miliar preminya 355 ribu per bulan, bayar premi terus selama ingin punya proteksi. Premi pun bisa flat hingga lebih dari 20 tahun, dengan catatan hasil investasi rata-rata sekitar 6-7% per tahun. Bahkan saya gak perlu risau dengan garansi perpanjangan, selama premi bayar terus, hasil investasi bisa nutupin biaya-biayanya, maka polis akan aktif terus. Sungguh sangat berbeda dengan beberapa agen unit link dari perusahaan lain yang pernah nawarin ke saya, selalu nawarin cuma bayar 10 tahun, ada hasil investasi, “gratis” asuransi seumur hidup.

Sempat bingung milih antara termlife yang bisa bayar bulanan 336 ribu atau yang dari Allianz ini. Karena menurut saya dengan bayar bulanan tentunya bisa meringankan. Sempet “vakum” sampai 2 minggu-an karena bingung dan juga kesibukan di toko. Akhirnya saya pun memilih produk unit link syariah dari Allianz ini, namanya Allisya Protection Plus. Dan 2 bulan sesudahnya saya memutuskan untuk menjadi agennya.

Sangatlah penting mempunyai asuransi jiwa untuk proteksi penghasilan kita. Juga memisahkan antara asuransi dan investasi. Sedangkan khusus produk asuransi, untuk jenis asuransi yang mau kita pilih, mau unitlink atau termlife, itu hanya skema saja. Yang paling penting untuk kita adalah manfaat yang kita peroleh, sesuai atau tidak dengan perencanaan keuangan yang kita punya. Jadi bukan hanya sekedar “Say No unit Link”. Kita harus tetap bijak memilih sebuah produk asuransi.

Terima Kasih

Salam

M. Ibnu Setiawan
Blog: http://agenasuransisyariah.com
“1 Yang Terpenting: Proteksi Penghasilan Keluarga”

There was an error in this gadget

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Our Beloved Hafizh