Semester Ini

Liburan tlah usaaaiii...liburan semester yang sebulanan itu sudah berakhir, semester baru segera dimulai, malah ada yang sudah mulai. Kembali berkutat dengan textbook, tugas mahasiswa, slide-slide buat mengajar, upload materi buat ngajar di blog dan lain sebagainya.

Semester ini Alhamdulillah dikasi kesempatan mengajar selain di tempat yang biasanya. Letaknya agak jauh tapi kampusnya asyik. Luas dan rindang. Kalo di kampus sebelumnya kan di tengah kota, di pinggir jalan dekat pemukiman jadi ga ada taman-taman atau pohon peneduh gitu, enaknya sih kalo mau kabur ke mol/toko buku habis ngajar deket banget hehe.

Kalau di kampus yang baru ini agak ke pinggir dan sering kena banjir (akses ke sananya) kalo pas musim hujan, tapi tempatnya lebih luas, rindang, dan adeeemmmm. Tempat duduk-duduk di outdoor gitu banyak dan colokan di mana-mana hihihi (maklum, penggila colokan laptop smenjak laptop batrenya mati). Yang rumahnya Semarang pasti deh tau kampus manakah ini hehe.

Dan semester ini dapet mata kuliah yang semuanya teori, ESP (English for Special Purposes) dan Sociolinguistics. Aheeyy akhirnya dapet juga mata kuliah Linguistik, selama ini dapetnya selalu kalo ga skill, ya teori-teori pengajaran, atau Business Correspondence, eh sama Secretaryship. Duuuhh hidupku penuh teori ahahaha. Padahal kalo ngajar teori ini potensi ndremimil tak berkesudahan di kelas amatlah besar hihihi. Gapapa, tapi aku suka (ya suka lah wong emang kerjaannya hehe)


Kebetulan di kampus rindang bin teduh sudah dimulai semester genapnya, jadi sudah ada 2 kali pertemuan mata kuliah Sociolinguistics. Ini mata kuliah favorit aku banget pas S2 kemarin, jadi pas dapet ini rasanya hepiii banget (dibanding Fonologi *uhuk*). Karena mata kuliah ini (Sociolinguistics) ini menurutku sangat menarik. Kajian bahasa dikaitkan dengan society. Menarik.

Saya menangkap kesan pertama pas ngajar anak-anak, eh adik-adik mahasiswa bakalan bosen. Sudah maklum kalau mata kuliah teori itu mbosenin dan bikin ngantuk. Tapi saya ngga pengen dong mereka bosen atau ngantuk atau ngbrol sendiri. Jadi dari awal saya sudah mengumandangkan asiknya Sociolinguistics ini. Mereka bisa menemukan fenomena-fenomena kebahasaan disekitar mereka yang tanpa mereka sadari itu merupakan fenomena Sociolinguistics.

Kemarin sih diskusi dikit-dikit tentang contoh-contoh fenomena itu, dan asiknya mereka sangat antusias. Dimulai dengan celetukan salah satu mahasiswa yang memberikan contoh bahasa-bahasa alay macam kepo, keles, cucok, sampai cabe-cabean. Hadooohh...gpp sih memang kenyataanya itu fenomena kebahasaan yang terjadi hehe.

Dan akhirnya saling memberikan contoh-contoh fenomena dan kadang tertawa bareng. Paling enggak ke depannya (10 pertemuan lagi ) mereka ga akan bosen karena yang dibahas ternyata hal-hal menarik tentang fenomena kebahasaan. Jaman socmed gini pastilah banyak bahasa-bahasa baru yang tercipta.

Pengennya sih mereka tertarik ambil ranah sociolinguistics ini buat skripsi mereka, konon katanya di kampus ini kebanyakan mereka masih berkutat pada skripsi sastra/pengajaran aja. Yang bener-bener mengangkat linguistik belum ada.  Jadi di sini linguistik hanya semacam mata kuliah pengayaan aja.

Dan mudah-mudahan mereka manis-manis ga suka bolos dan rajin ngumpulin tugas ples paham tentang mata kuliah ini, sukur-sukur tertarik mendalami lebih jauh. 


Comments

banyak bahasa2 baru tercipta kadang aku gak ngerti
Saya juga suka mengamati gejala bahasa di sekitar kita. Menarik ya Mbak. Salam kenal dan semoga kuliahnya lancar jaya! :)
sari said…
mb lidya: iya, bahasanya semakin ajaib hehe

mas belalang cerewt: aamiin trimakasih kunjungan baliknya

Popular posts from this blog

Melahirkan Tanpa Rasa Sakit

Islamic Parenting (Mendidik Anak ala Ali, R.A)

Ketika Bayi Sembelit