Home

Sunday, April 6, 2014

Anak Laki-laki Kok Masak?


Gitu deh kira-kira yang biasanya diungkapkan ketika melihat anak laki-laki yang suka main masak-masakan atau suka dengan kegiatan masak.

Ini juga nih yang terjadi sama Hafizh anak saya (sekarang 4thn). Eyangnya Hafizh suka nyeletuk seperti itu kalo Hafizh pas pura-pura meragain bikin kue dengan wadah-wadah seadanya. Dia suka banget dengan memasak. Saya rasa sih terpengaruh dengan seringnya saya libatin dia dalam membuat snack atau kue-kue yang dia suka.

Saya memang suka main"prakarya" bikin-bikin kue atau snack, dari mulai cupcake, lasagna, schotel, pizza, pie, atau yang sederhana seperti roti bakar atau stik pisang fantasi seperti yang pernah saya posting di sini

Karena di rumah ga ada ART jadilah Hafizh suka ikut ngintilin ke dapur buat 'bantuin' emaknya. Dia suka banget bagian masuk-masukin bahan, aduk-aduk atau menata hiasan kue, naburin meises, keju, dll. Kalo saya larang (karena pertimbangan takut berantakan) langsung marahlah dia. Yawes daripada nanti tambah berantakan karena dia ngamuk akhirnya ya saya bolehin recokin hehe.

Dan, kebetulan saya juga suka download video-video masak baik lokal maupun dari luar dan saya tonton di TV, Hafizh ternyata juga sangat tertarik. Kadang dia sendiri yang minta: "Buk, aku mau liat video Eugenie Kitchen (channel yutub favorit saya tentang masak2an).

Ayahnya juga sih kadang-kadang ngeledekin, Hafizh cowok kok suka masak sih. Katanya saya mem'brainwash' dia hihihi. Sebenernya enggak, dia sendiri yang suka kok *pembelaan*

Lalu, apa bener anak laki ga boleh beraktivitas di dapur atau di dunia masak-memasak? Ya enggak lah, kita lihat sendiri kan chef di hotel-hotel itu kebanyakan cowok, seleb chef juga banyak yang cowok, dari yang lokal seperti Chef Juna, Arnold, Billy Kalangi, atau my fav Bara Patirajawane, atau dari luar seperti Jamie Olliver, Gordon Ramsay, Steve Dolby, dan lain sebagainya. 

Trus liat deh acara2 Masterchef baik yang lokal maupun amrik atau australia, peserta cowok masaknya juga keren-keren kan? Bahkan juaranya seringnya peserta cowok. Lalu, apa yang harus dikhawatirkan? Eemm mungkin takutnya tar si anak kebawa feminin ya, ah enggak juga. Mereka yang saya sebutkan di atas macho semua tuh hehe. Apalagi kalau lihat Masterchef Junior versi Australia atau Amerika yang bikin gemes dengan kemampuan mereka. Dan sekarang sudah ada Masterchef Junior versi Indonesia yang kayaknya seru juga. 

Jadi ga ada alasan ga bolehin anak cowok suka dunia memasak. Sebenarnya selain masalah gender mana yang pantes buat menekuni hobi/profesi masak-memasak, sebenarnya banyak manfaat yang bisa didapat balita ketika ia dilibatkan memasak. Beberapa diantaranya dijelaskan di bawah ini.

Manfaat kegiatan masak-memasak bagi anak:

1. Belajar menghitung, saat dia harus memasukkan tepung berapa sendok misalnya. Ajak anak sambil menghitung berapa sendok tepung yang dimasukkan ke dalam adonan.

2. Melatih ketekunan dan kesabaran, saat dia harus menjalani proses dari mulai menyiapkan, mengaduk, memanggang dan menanti kuenya matang. Biasanya sih kalo Hafizh sudah capek dia akan bilang capek.

3. Mengenalkan aneka macam rasa.

4. Melatih kreatifitas, misalnya waktu menghias cupcake dengan meises atau buttercream warna-warni, menaruh topping pizza favorit dia.

5. Melatih percaya diri, ketika hasil masakannya enak dia akan merasa bangga, wah aku juga bisa bikin makanan enak hehehe.


6. Mendekatkan (bonding) antara orang tua dan anak dalam kegiatan yang mengasyikkan.

7. Sukur-sukur anak jadi suka makan makanan rumahan daripada jajan *makirit*, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.


Naah ternyata banyak kan manfaat menjadikan masak-memasak salah satu kegiatan dengan si kecil? Ga perlu harus parno dengan batasan, ini aktivitas anak perempuan atau laki-laki. Kita aja orang dewasa yang terlalu heboh parno, takut ini itu padahal anak mah menganggapnya ini kegiatan yang mengasyikkan.

So, ga apa-apa kan anak laki-laki suka masak. Siapa tau Hafizh kelak jadi setenar dan sekeren Jamie Olliver? Hihihi *ngarep*


Ini foto Hafizh waktu kecil sebelum 4 tahun, suka rusuhin emaknya di dapur, sekarang juga sih tapi aku cari-cari fotonya kok ga ada hehe...

10 komentar:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

koki handal justru banyak laki-laki ya mbak

dian sigit solichedi said...

bunda nya jago masaaakk, jadi hafiz dr kecil udah diperkenalkan masuk dapur ya...dimari jg masuk dapur, tapiii bukan bantuin masak melainkan berantak2in lemari dapur..klo si nomor 2 hoby nya buka pintu kulkas trs doi diem aja berdiri disana, kayanya ngadem T__T

Idah Ceris said...

Karena banyaknya manfaat dr memasak, jadi ya gak ada masalah ya, Mba. Malah bisa sbg nilai plus. Emaknya pinter. :)

sari kusuma said...

mb lidya: iya mb, mungkin karena berat kerjaan dan tekanannya ya hehe

mb dian: haha sama ajaaa..hafizh juga ujung2nya berantakin..ih lucu banget si kyara suka ngadem gt hehe

mb idah: iya daripada rewel diajakin skalian, emaknya juga bs fokus bikin masakannya, kalo ditinggal suka teriak-teriak manggil ga ada temennya hehe

Keke Naima said...

Keke juga suka masak buat bundanya. Mrt saya, masak-memasak gak cuma buat cewek, sih :D

puteriamirillis said...

Gapapa mbak, sapa tau bisa jadi master chef masa depan. Ittu kan jg profesi, masyarakat aja terlalu stereotip.

momtraveler said...

cheff beken sekarang cowok semua mbak..no problemo cowok masak..sexy lagi menurutku. Cheff Hafidz ntar jangan jutek kaya cheff Juna ya, kaya cheff Graham tuh woke ;)

sari kusuma said...

mb mira: hahaa iyaa...maknya suka nglutek di dapur jadi anaknya ikutan ya...

mb puteri: iya bener mbak, suka parno duluan hehe

muna: iya, aku juga ga suka Juna, judes hehehe

jalan sambil jajan said...

Saya cowok dan saya suka masak. tapi sejak kuliah jarang masak jadi mulai lupa. hehe. belajar lagi ah,, :3

Makanan Sehat Untuk Balita said...


Awesome information..
Keep writing and giving us an amazing information like this..

BW gan kunjungi nyapnyap.com

There was an error in this gadget

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Our Beloved Hafizh