Home

Tuesday, April 29, 2014

Wisata Kampoeng Rawa, Rawa Pening, Ambarawa


Siapa yang tahu legenda Baru Klinting? Pasti pernah denger kan? Legenda ini ada hubungannya dengan Rawa Pening di Ambarawa. Legenda mengenai anak bernama Baru Klinting yang diejek orang sekampung karena buruk rupa dan kudisan, kemudian dia menancapkan lidi ke tanah dan menantang orang-orang kampung untuk mencabut lidi, ternyata tidak ada yang dapat melakukannya. Alhasil dia sendiri yang mencabut lidi itu dan muncratlah air dari dalam tanah tempat lidi ditancapkan. Air yang berlimpah sampai menenggelamkan seisi kampung. Konon, kini Baru Klinting berubah wujud menjadi ular raksasa yang mendiami Rawa Pening.

Yak itu sekilas legenda yang pernah saya dengar waktu kecil dulu. Waktu saya sekeluarga dan si kecil yang masih balita berkunjung ke Kampoeng Kopi Banaran, dari atas (waktu keliling kebun kopi) melihat keindahan Rawa Pening dan pengen banget ke sini. Dan kebetulan, di kawasan Rawa Pening kini sudah ada pihak pengelola yang membuat tempat ini kian nyaman dikunjungi. Tempat ini bernama Kampoeng Rawa, Ambarawa.

Tempat wisata ini berlokasi di pinggir jalur lingkar Ambarawa yang menghubungkan Bawen - Ngampin sehingga mudah dijangkau dari jalan tol. Alamat tepatnya ada di Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Kampoeng Rawa adalah obyek wisata yang dikelola oleh 12 kelompok tani dan nelayan di Desa Bejalen dan Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka bersatu membentuk Paguyuban Kampoeng Rawa pada tanggal 4 Agustus 2012. Tujuannya adalah mensejahterakan kehidupan petani dan nelayan.

Sewaktu kunjungan pertama ke sini jalan tol yang menghubungkan Semarang-Bawen belum beroperasi, namun kunjungan kedua pada tanggal 9 April lalu (yess, habis nyoblos baru piknik hehe) jalan tol sudah beroperasi, baru saja diresmikan Presiden SBY, masih gratis pula. Jarak tempuh dengan melewati jalan tol baru ini hanya sekitar 30 menit dr Semarang, asik kan?

Begitu memasuki kawasan wisata ini kita akan disuguhi pemandangan yang menyejukkan mata, sawah yang menghampar kehijauan, dikelilingi gunung yang menjulang dan dari pintu gerbang terlihat sekilas Rawa Pening. Tak lupa udara yang bersih dan segar.


Masuk ke kawasan ini tidak dipungut biaya, paling hanya biaya parkir saja. Parkirnya cukup luas, namun jika hari libur bisa membludak hingga ke luar gerbang. Meskipun tidak ada biaya masuk kawasan wisata namun untuk mencoba permainan dan aneka wahana kita harus menyiapkan dana sekitar mulai dari Rp 10.000,00 tiap permainan. Jika ingin mendapatkan tiket terusan bisa dengan membeli tiket terusan seharga Rp 90.000,00-Rp 100.000,00 tiap orang.

Apa saja wahana yang ada di sini? Lumayan banyak. Ada ATV, becak air, naik delman keliling kawasan, trampoline, bebek air, skuter anak, becak mini, sepeda yang dikayuh berempat (apa ya namanya), flying fox, dan tak lupa yang paling seru adalah wisata perahu mengelilingi Rawa Pening.



Aneka wahana permainan di Kampoeng Rawa

Khusus untuk wisata perahu dipungut biaya Rp 100.000,00 per kapal, jadi bisa rombongan. Kalau misalnya rombongan kita ga ada 10 orang biasanya digabungkan dengan rombongan lain, dan per orang dipungut biaya Rp 10.000,00 per orang. Biaya itu cukup murah mengingat durasi keliling Rawa Pening ini lumayan lama dan jauh, sampai ngantuk kalo saya hehe. Namun sayangnya pelampung sekedar hiasan saja, sudah banyak yang ga layak pakai. Bisa jadi masukan buat pengelola nih.







Berkeliling rawa dengan perahu wisata

Pemandangan di sekitar Rawa ini sungguh menakjubkan, ketika mengelilingi rawa kita disuguhu jajaran pegunungan yang mengelilingi rawa. Asik banget. Walau sempet was-was kebayang ular besar legenda Baru Klinting yang tiba-tiba muncul dari air. Ngayal.com hehe.

Capek bermain di berbagai wahana kita bisa menikmati aneka kuliner di kawasan ini. Kawasan restoran terbagi menjadi 2. Resto apung di sisi kanan pintu masuk dan pondok-pondok pemancingan di sisi kiri pintu masuk. Jika minggu atau hari libur biasanya kita harus berjuang memperebutkan tempat makan hehe. Yang unik di resto apung adalah kita akan menaiki ‘getek’ alias rakit untuk menuju ke sana. Deket sih, maksudnya ga sejauh mengelilingi Rawa Pening, bisa kelaperan nanti hehe. Oiya, khusus untuk di resto sebelah kiri terdapat arena pemancingan.



Arena pemancingan

Untuk menunya sebenarnya sama saja, ikan-ikan bakar, aneka seafood, dan sayuran. Standar menu kuliner di daerah pegunungan. Selain kedua resto itu, ada banyak penjual kaki lima yang menjajakan aneka makanan dan oleh-oleh. Pokoknya ga khawatir kelaperan di sana.

Overall tempat ini cukup menyenangkan dan menghibur untuk anak-anak maupun dewasa. Fasilitas pendukung seperti toilet dan musholla juga tersedia. Sayangnya mushollanya terlalu kecil. Konon tempat ini juga sering digunakan untuk sarasehan atau acara pernikahan.

Oiya, spot yang paling menarik menurut saya adalah wisata keliling rawa, pengalaman tak terlupakan. Silakan datang ke Kampoeng Rawa Ambarawa untuk menikmati sensasi berkeliling rawa yang luas



10 komentar:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

tempatnya sejuk ya mbak

Fita Chakra said...

Bisa jadi referensi tempat wisata nanti saat mudik. Thanks ya :)

dian sigit solichedi said...

oow tembus sampe ke rawa pening tho, ini deket rumah adeku di ambarawa...tiap ke sana pasti ngelewatin cuma belom sempet mampir. TFS sar

Dedew said...

sering lewat belum sempat mampir, kayaknya asik yaa..pemandangannya memang emejing ey

yuniarinukti said...

Rawa Pening? baru sekarang saya tau he he..
Diawal baca saya kira lokasinya di Jakarta ternyata di Semarang toh. Wah jadi pengen jalan2 ke Semarang selama ini klo ke daerah Jaw a bagian Tengah seringnya ke Yogja aja he he
Salam kenal Bu Sari ;)

Keke Naima said...

foto di rawa trus ada pegnungannya, bagus Mbak :)

Idah Ceris said...

Naik perahunya pake pelampung yo, Mba. Lengkap banget, ada pasar terapungnya pula.

BTW, ketemu ular raksasa gak, Mba. Hahaha

rahmi said...

Wah seru kayaknya, kapan2 ajak thifa ksini ahh

sari kusuma said...

mb lidya: iya mbak sejuk banget hehe

mb fita: sama-sama mb, tapi siap-siap penuh kalo libur lebaran hehe

dian sigit: iya ni langsung ke rawa pening, bisa keliling rawa hehe

mb dedew: emejing bener mb...sampe liyer-liyer saking lamanya muter rawa hehe

mb yanu: haha kalo di jakarta rawa belong ya...salam kenal juga ya mb makasih sudah berkunjung

mb mira:keren mbak hehe

mb idah: hahaha jangan doong, serem bayanginnya hehe

mb rahmi: ayo mbak ajak anak-anak ke sana hehe

kutukamus said...

Belum pernah ke sini, meski sering ke Salatiga. Sepertinya menarik juga. :D

There was an error in this gadget

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Our Beloved Hafizh