Home

Friday, May 30, 2014

Antara Patrik Berger dan Dosen Bahasa Inggris.


Siapkah gerangan Patrik Berger? Apa pula hubungannya dengan dosen Bahasa Inggris?
Sebelum aku jawab pertanyaan di atas, cerita dulu soal ini deh…

Jadi gini, ada kontes keren bin kece yang diadain Mister Potato yang hadiahnya gak main-main, jalan-jalan gratis ke Inggris. Maakk…Inggris Maakk!!! (lari jejeritan sepanjang jalan masuk kampung)

Ya ampun siapa sih yang nolak? Musti ikut nih dan berharap ini keberuntunganku. Iya, berharap banget. Gimana enggak, dari jaman piyik sampai emak-emak gini gak terhitung udah berapa kali ikutan undian yang hadiahnya cuma panci atau sabun mandi, kontes dan lain sebagainya (bahkan ngelamar jadi PNS) belum pernah dapet…..eaa curcol. 

Jadi di kontes ini aku sangat-sangat berharap bisa menang dan terbang ke Inggris sekaligus mewujudkan impian yang selama ini hanya ada di angan-angan belaka. Emak-emak bersaing dengan banyak peserta lain yang lebih muda? Emang kenapa? Masalah? *gaya judes*

Inggris, salah satu negara maju di Benua Eropa ini banyak memiliki hal menarik, dari mulai bangunan-bangunan yang iconic, liga sepakbola, film-film, dan ga ketinggalan musiknya. Siapa sih yang ngga tau Big Ben, Istana Buckingham, The Royal Family, The Beatles, semuanya ada di Inggris! Jadi, negara ini memang layak banget dikunjungi, pasti semua sepakat.

Trus, kenapa dong harus aku yang berangkat dan jadi pemenang kontes ke Inggris gratis bersama Mister Potato ini? Well, inilah beberapa alasannya:

1.       Karena aku belum pernah ke luar negeri

Ih kayaknya kok shallow banget ya alasannya, dan ini aku jadikan alasan utama. Iya memang, aku sama sekali belum pernah ke luar negeri meski hanya di negeri tetangga, Singapore yang kalau orang lain mungkin bisa tiap hari bolak-balik ke sana semaunya. Banyak alasan kenapa belum pernah, dari soal waktu yang belum pas, dan mungkin takdir. Ehem…. 

Maka dari itu, ke Inggris gratis ini mudah-mudahan menjadi momentum pertamaku menginjakkan kaki di luar negeri untuk yang pertama kalinya, langsung ke negara di benua Eropa lagi! Betapa bahagianya….Doakan aku ya?

Dulu sih bercita-cita jadi diplomat biar bisa keliling dunia gitu. Tapi kuliah di Hubungan Internasional ga direstui ortu (karena harus di luar kota) dan akhirnya hanya bisa mencicil merasakan sensasi kuliah yang ada hubungannya dengan luar negeri dengan masuk ke Sastra INGGRIS! *bwahahahaha* *untung bukan sastra Rusia*


2.       Faktor nostalgia sepakbola

Dulu jaman sekolah nih, jaman SMP dan SMA aku adalah pecinta bola sejati. Baik Liga Inggris maupun Liga Italia. Agenda rutin tiap akhir pekan adalah beli camilan sebanyak-banyaknya buat nemenin nonton bola. Langsung deh terbayang pemain ngetop saat itu seperti David Beckham yang waktu itu masih lucu-lucunya dan jadi bintangnya Manchester United, Michael Owen, Jamie Redknapp, Alan Shearer ataupun pemain dari luar Inggris seperti Patrik Berger yang ganteng (banget!) asal Ceko dan juga David Ginola dari Prancis yang seksi abis. 


Ini nih si Patrik Berger yang kece ituhhh...udah pensiun kali dia sekarang :) 

Biarpun sekarang ga semaniak dulu (karena semangat nonton bola sudah mulai memudar seiring luruhnya air ketuban hahaha) tetep dong pengen banget mengunjungi stadion-stadion klub ternama tempat para idola sepakbola masa itu seperti Stadion Anfield, Old Trafford, Stamford Bridge, Emirates Stadium dan lain-lain. Trus sampai sana mau ngapain? Salah satunya (selain guling-guling di lapangan) pasti ke ruang ganti dan ngebayangin dulu Patrik Berger ganti di situ ahahahay.... *abaikan*


Serasa pengen guling-guling di stadion Anfield ini...*norak abis*



Sampe kamar ganti, langsung deh tar aku cari kostum Patrik Berger!


Bahkan sebenarnya nih, dulu sempat bercita-cita jadi wartawan sepakbola (setelah yakin ga bisa jadi diplomat) yang dapat kesempatan meliput klub-klub Inggris yang keren itu. Tapi nampaknya takdir berkata lain, cita-citaku jadi wartawan ga kesampaian (juga).

3.       Lulusan Sastra Inggris dan jadi Dosen Bahasa Inggris.

Ironis banget ga sih dikala kamu menjadikan Inggris sebagai bahan belajar dari masa kuliah sampai sekarang bekerja tapi tak sekalipun kamu pernah menginjakkan kaki ke negara yang kamu sering sebut dan pelajari soal sejarah, budayanya, aksen, dan juga tata bahasanya. 

Well, memang ga ada yang mengharuskan seorang lulusan Sastra Inggris dan dosen Bahasa Inggris kudu pernah ke Inggris sih, tapi aku sendiri yang merasa diriku ini hina belum sah karena belum pernah menginjakkan kaki ke Inggris. Apalagi tempo hari kebetulan banget barusan memberi penjelasan mengenai tata cara seorang tour guide dan waktu itu aku mengambil contoh objek wisata iconic di Inggris seperti London Eye, Westminster Abbey, dan Buckingham Palace, dan Tower Bridge sebagai salah satu contoh itinerary. Siapa sangka tak lama kemudian ada kesempatan untuk pergi ke sana dengan gratis. Bukankah ini semacam kode alam? Pede. Ah biarin…bermimpi memang harus pede dan yakin. Ya, kan? Ya, kan?



Mana pernah seumur-umur naik bianglala segede ini, paling pol naik bianglala waktu di Batu, Malang :p


Jadi, kesempatan ke Inggris bersama Mister Potato ini mudah-mudahan jadi one of the best moment in my life selain moment pernikahan dan takjubnya perasaan sesaat setelah melahirkan si kecil. So, England, here I come!


6 komentar:

Santi Dewi said...

Aaahhh... gantengan david beckham deh.. hehehe

sari kusuma said...

ahahaha...iya...itu mah rajanya ganteng sampe sekarang...tapi entah kenapa waktu itu juga kpincut sama mas patrik :)

Idah Ceris said...

Mau juga dong Beef Berger, Mba. :D
Moga menang ya, Bu Dosen.

Heni Puspita said...

Good luck :)

Ila Rizky said...

Kemarin aku liat ada event yang sama dari mister potato, Mak. Tapi versi lomba foto. Kali aja minat ikutan lagi, buka aja di webnya.

Ila Rizky said...

Kemarin aku liat ada event yang sama dari mister potato, Mak. Tapi versi lomba foto. Kali aja minat ikutan lagi, buka aja di webnya.

There was an error in this gadget

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Our Beloved Hafizh