Home

Tuesday, July 15, 2014

Pilpres yang Penuh Drama

Seharusnya hari-hari ini udah saatnya tenang karena Alhamdulillah proses pencoblosan pada pilpres kali ini berjalan lancar tak ada huru-hara, tertib, walau ada beberapa TPS yang harus mengulangi proses penncoblosan karena dianggap tidak sesuai aturan dari KPU atau ada indikasi kecurangan.

Seharusnya sih begitu, tenang.

Tapi kenyataannya enggak tuh. Justru makin ramai. Apalagi setelah Piala Dunia berakhir, ajang di mana sempat meredam panasnya dua kubu yang bersaing. Makin panas aja menjelang pengumuman dari KPU tanggal 22 Juli nanti.

Pilpres kali ini memang luar biasa dramanya. Bangsa Indonesia seakan terbelah menjadi 2 kubu yang berseberangan. Ga hanya capres dan elit politik yang serasa "terpisah" namun juga pendukungnya di bawah. Luar biasa karena hanya ada 2 calon (yang sudah-sudah ada 3 pasang calon) dan kebetulan pilpres kali ini datang di saat dunia socmed lagi marak-maraknya. Alhasil, perang status atau twit biasa kita liat sehari-hari.

Yang tadinya teman berdebat luar biasa disocmed saling mengunggulkan capres masing-masing. Kalau hanya sekedar dukung mendukung okelah, tapi pilpres kali ini beneran penuh intrik hehe. Karena ada kampanye hitam bertebaran di mana-mana. Pasangan capres no 1 dihantam isu HAM, pasangan capres no 2 dihantam isu SARA yang tak tanggung-tanggung hebohnya.

Saya sendiri tidak terlalu sering pasang status soal copras-capres ini di FB, kalau di twitter lumayan agak berisik. Entah kenapa saya lebih suka mengekspresikan pendapat saya di twitter ketimbang di FB. Di FB cukup menikmati status teman-teman lengkap dengan debat kusirnya hehe. Di pilpres ini saya dukung capres no 2. Sebenrnya heran juga, kalau dulu ada istilah LUBER ya, sekarang kayaknya orang ga malu-malu lagi mengekspresikan pilihannya. Positif sih, yang bikin ga positif adalah menyerang kubu lawan alih-alih memaparkan capres yang diunggulkan.

Apalagi sekarang orang dengan mudahnya meng-share berita yang kadang hoax, penuh kebencian, kampanye hitam yang potensial berubah menjadi fitnah. Saya tergelitik sekali untuk membuat status di FB ketika Jokowi dikatakan "umroh kok 2 hari, mampir foto ya"atau ketika dia dianggap salah memakai ihrom, saya ngga tahan untuk ga nyetatus beserta bukti bahwa umroh 2 hari itu BISA dilakukan dan soal ihrom saya tautkan link bahwa yang dipakai Pak Jokowi itu bukannya salah. 

Proses pilpres ini benar-benar pembelajaran politik buat bangsa Indonesia. Saya sendiri merasakannya. Dulu saya merasa nggak seantusias sekarang. Entah kenapa saya jadi pengen tahu capres yang saya dukung, belajar apa itu kampanye hitam dan kampanye negatif, belajar proses penghitungan suara, belajar koalisi politik, quick count, dan masih banyak lagi.

Baru kali ini juga saya merasa capres yang saya dukung ini sosoknya ga berjarak sama rakyat, asik banget, selain tentu kelebihan-kelebihan beliau yang lain. Saya memilih Jokowi bukan karena saya benci Prabowo, tapi memang ada sesuatu dalam diri Jokowi yang membuat saya memilihnya. 

Semoga proses pengumuman KPU nanti berjalan lancar, presiden yang terpilih dapat mengemban amanah rakyat.



Beda pilihan tapi tetap cinta hihihi

6 komentar:

Ila Rizky said...

Tinggal 1 hari lagi nunggu hasil pengumumannya ya, mba. Tapi kayaknya perhatian masyarakat udah teralihkan ke lebaran, hehe. Ada yang mudik, nyiapin kue2, dll :D

Lidya - Mama Cal-Vin said...

hari in pengumuman ya mbak

Keke Naima said...

pilpres yang sekarang bikin cape hati :)

Riri said...


berkunjung, minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin, jangan lupa kunbalnya ya ^_^

Putri said...


Saya mengucapkan minal aidin walfaidin mohon maaf lahir dan batin, salam

Riri said...

datang berkunjung sambil menyimak, o iya minal aidin walfaidin ya, ditunggu kunbalnya

There was an error in this gadget

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Our Beloved Hafizh