Pages

Wednesday, January 31, 2018

Kisah Teladan Uwais Al Qarni

Kisah Uwais al Qarni

Uwais mungkin tidak terkenal di penduduk bumi, namun namanya sangat dikenal di langit.
Uwais Al Qarni hidup di zaman setelah Rasulullah wafat. Namun Rasulullah pernah bercerita tentang Uwais Al Qarni kepada sayyidina Umar dan sayyidina Ali tanpa pernah bertemu dengan Uwais Al Qarni, Rasulullah meminta kedua sahabatnya itu untuk dimintakan ampunan kepada Allah melalui perantara Uwais Al Qarni.
Lantas, apa istimewanya seorang Uwais Al Qarni hingga Rasulullah sendiri meminta kedua sahabatnya untuk dimintakan ampunan kepada Allah melalui perantara Uwais Al Qarni?
Apa yang menyebabkan do’a Uwais Al Qarni begitu dimakbulkan oleh Allah?
Ternyata Uwais adalah anak yang sangat berbakti kepada ibunya, di mana ibunya menginginkan pergi haji sementara ia sendiri miskin, padahal haji membutuhkan kendaraan dan perbekalan yang cukup. Karena tidak ingin mengecewakan ibunya ia mencari cara bagaimana agar ibunya bisa naik haji ke Mekkah.
Ia lalu menemukan cara, ia menggendong anak lembunya tiap hari ke atas bukit untuk ia beri makan, setiap hari selama 8 bulan hingga anak lembunya besar dan badan Uwais menjadi berotot, ternyata ini caranya melatih fisiknya karena ia ingin membawa ibunya ke Mekkah dengan cara menggendongnya.
Uwais akhirnya bisa membawa ibunya naik haji dengan cara menggendongnya dari Yaman ke Mekkah melewati bukit padang pasir yang panas dan tandus. Ibunya sangat terharu.
Sampai di Kakbah ia berdoa "Ya Allah ampuni semua dosa ibuku...", ibunya heran dan bertanya, "Lalu dosamu?" Uwais menjawab "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga.”
Subhanallah itulah kisah Uwais yang sangat berbakti pada ibunya, tak dikenal di bumi namun terkenal di seantero langit.
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al Isra’ ayat 23).
Berbakti kepada kedua orang tua kita adalah kewajiban, bukan sekedar karena apa yang telah mereka berikan pada kita, bukan sekedar karena mereka telah membesarkan dan mengasuh kita, tapi berbakti adalah mutlak perintah Allah. Jika tak bisa membuat mereka bahagia setidaknya jangan membuat mereka susah karena kita.

No comments: