Pages

Friday, May 4, 2018

Memberi Pengertian tentang Dampak Game pada Anak

Lebih lanjut, pesan tersebut juga menyertakan sebuah penelitian dari Iowa State University Amerika Serikat yang mengungkap, main gim yang mengandung unsur kekerasan dapat menyebabkan seorang anak “mati rasa”.
"Anak akan mudah melakukan kekerasan dan kehilangan empati, tidak bisa menghormati orangtuanya atau kepada orang lain," kutip pesan singkat tersebut.
Itu petikan artikel yang saya baca pagi ini. Beberapa hari yang lalu saya sempet mengintip game apa yang dimainkan anak sulung, ternyata dia lagi main game yang lagi ngehits, Mobile Legend, katanya teman-temannya pada main game itu. Hafizh (8 th) saya bolehkan main game kalau weekend saja, itu pun dengan batasan waktu. Kalau pergi keluar dan makan di mana gt hape yang berisi game ditinggal di rumah. Selama ini game yang dimainin cuma seputar balap mobil, simulasi helikopter dan mainan yang lucu-lucu. Kenapa saya tahu, karena downloadnya kalau ada saya hehehe.
Ketika dia mulai download sendiri game yang ternyata Mobile Legend itu sempat khawatir juga, wong main game yang bukan berantem2an aja kalau sudah asik gt suka susah disuruh mandi, makan, jadi emosian, apalagi game "seru" macam ML itu, ah nggak deh...biarin deh saya dibilang galak dan kolot, anak harus tahu ada hal-hal yang nggak boleh sampai membuatnya abai terhadap kewajiban-kewajibannya. Takut kebablasan nanti susah nasehatinnya.
Game apapun ya, ga cuma ML, kita harus membatasi dengan tegas. Kalau ada pertanyaan "Bukannya anak kalau dilarang akan semakin penasaran?" Yah tinggal kitanya aja menanamkan sesuatu yang baik, katakan bahwa game berantem itu berdampak buruk, lakukan hal lain yang baik yang lainnya yang lebih bermanfaat. Lagian kita selalu nasehatin dia "Ayah dan ibu ga bangga kamu bisa main game ini game itu, ayah sama ibu bangga kalau Hafizh rajin sholat, bisa ngaji, sayang sama adek, dll". Karena saya dan suami dari kecil (menurut pengakuan suami) juga bukan pecinta game. Boleh aja sih main game tapi harus tahu porsi dan waktu, dan pilih game yang mendidik, bukan game kekerasan, nggak pokoknya.
Pernah baca berita soal penembakan di AS kan, ada banyak sih, tapi di salah satu kasus, tersangka mengungkapkan bahwa dirinya pecandu game berat, dan tidak punya kawan dan nggak suka bergaul. Ngeri kan...

Semoga Allah selalu melindungi anak-anak kita dari pengaruh buruk kemajuan zaman, semoga iman dan takwanya makin bertambah dan bisa membendung dampak negatif yang datang bertub-tubi. Amiin....